Tampilkan postingan dengan label FLORA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FLORA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia beserta gambar flora Indonesia yang dilindungi oleh pemerintah berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Kita sebagai warga Indonesia tentunya harus tahu bahwa terdapat flora atau tumbuhan di negri ini yang keberadaannya sudah hampir punah dan langka, Oleh sebab itu, pemeritah melindungi tanaman tersebut agar terjaga dari kepunahan karena keberadaannya yang sudah langka.

Kita ketahui bersama bahwa alam negri ini kaya akan flora dan fauna, maka sudah menjadi kewajiban bersama sebagai anak negri untuk melestarikan alam kita yang indah ini. Oleh karena itu kita wajib memeliharanya dan tidak merusak alam sekitar kita, karena ini merupakan salah satu tugas kita untuk selalu melestarikan keaneka ragaman hayati yang ada di bumi Nusantara ini.

Berikut adalah daftar flora yang dilindungi di Indonesia beserta gambar flora tersebut.

1. Anggrek Hitam / Coelogyne pandurata

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia
Anggrek hitam adalah salah satu flora Indonesia yang hampir punah di habitat aslinya. Populasi tanaman ini di habitat aslinya di propinsi Kalimantan Timur, semakin langka karena banyak diburu untuk dijual ke para kolektor anggrek. Selain tumbuh liar di Kalimantan jenis anggrek ini juga tumbuh liar di Sumatera, Mindanao dan Semenanjung Malaya, Pulau Samar Filipina dan Pulau Luzon.

2. Anggrek Larat / Dendrobium phalaenopsis fitzg

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia
Anggrek larat merupakan flora yang dilindungi, habitatnya di propinsi Maluku karena ditemukannya di pulau Larat, Tanimbar, Maluku maka dinamakannya Angrek larat. Tanaman ini tumbuh pada karang-karang kapur dan pohon-pohon yang mendapat sinar matahari yang cukup.

3. Bunga Sedap Malam / Polyanthus tuberosa

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia
Bunga sedap malam adalah salah satu flora yang di lindungi di Indonesia, tanaman ini merupakan flora yang termasuk tanaman berumbi dengan tinggi 0,5-1,4M. Tanaman hias ini asalnya dari Mexico.

4. Eboni / Diospyros celebica bakh

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia
Eboni atau dengan nama lain yaitu kayu hitam. Kayu ini tergolong kayu yang kuat dan juga awet, sehingga bernilai ekonomi tinggi. Populasi kayu hitam ini semakin berkurang karena ekspoitasi yang berlebihan yang menyebabkan keberadaanya semakin langka. Eboni ini merupakan flora andemik Sulawesi

5. Padma Raksasa / Rafflesia arnoldi

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia
Bunga Unik Raflesia Arnolid, Padma Raksasa, Bunga Bangkai
Bunga raflesia merupakan flora Indonesia yang di lindungi pemerintah karena kelangkaannya terlebih lagi orang banyak mengambil putik bunga yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional, ini merupakan salah satu ancaman bagi pertumbuhan pupulasinya. Bunga ini disebut juga bunga bangkai karena pada waktu mekar mengeluarkan bau busuk. Habitat bunga padma raksasa atau raflesia ini tersebar di hutan pegunungan Jawa Barat, sepanjang pantai selatan Jawa barat dan Jawa Tengah, Pulau Sumatera dan hutan dataran rendah Taman Nasional Meru Betiri

6. Pisang-pisang, Pulut-pulut / Kandelia candel (L) Druce

6 Flora yang Dilindungi Di Indonesia
Tanaman flora Pisang-pisang, atau Pulut-pulut (Kandelia candel (L) Druce) adalah flora yang termasuk dalam daftar flora yang di lindungi pemerintah Indonesia. Habitatnya tersebar di Timur Laut Sumatera, Kalimantan Barat dan Utara. India, Burma, Thailand, Indo Cina, Cina, Taiwan, Jepang Selatan dan Malaysia. Dan pada umumnya dimanfaatkan untuk kayu bakar

Itulah ke 6 gambar flora Indonesia yang dilindungi oleh pemerintah, semoga bisa menambah pengetahuan bagi kita semua kan flora yang dilindungi di Indonesia dan sudah sepatutnya kita sebagai warga Indonesia ikut melestarikan keanekaragaman flora Indonesia.
http://infounik.org/
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/13/2015 07:28:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/13/2015 07:28:00 PM

Sabtu, 14 Juni 2014

Cara Berkebun tomat menggunakan Media tanam Polybag

Tomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun mempunyai struktur buah. Tanaman ini bisa tumbuh baik didataran rendah maupun tinggi mulai dari 0-1500 meter dpl, tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat menghendaki tanah yang subur dan gembur, dengan pH sekitar 5,5-7. Di alam bebas pohon tomat berbentuk seperti perdu, ketinggiannya bisa mencapai tinggi 3 meter.

Namun setelah dibudidayakan tinggi tanaman ini tak lebih dari 2 meter dan biasanya ditopang oleh ajir atau tali untuk menahan agar tidak roboh. Tanaman tomat bisa tumbuh baik di berbagai media seperti lahan terbuka, hidroponik, taman vertikultur dan media pot atau polybag.

Pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan tentang cara menanam tomat dalam polybag. Bila ingin mengetahui bercocok tanam tomat skala besar di lahan terbuka baca panduan umum budidaya tomat. Pemilihan jenis tanaman Secara umum, orang membedakan tomat dari bentuk buahnya. Terdapat empat golongan tomat yang banyak beredar di pasaran yakni,

(1) Tomat buah atau tomat granola, bentuknya bulat dengan pangkal mendatar
(2) Tomat gondol, bentuknya lonjong biasa digunakan sebagai bahan baku saus,
(3) Tomat sayur, teskturnya keras rasanya sedikit kecut,
(4) Tomat cherry, bentuknya kecil rasanya manis kecut.

Cara menanam tomat dalam polybag tidaklah sulit. Langkah pertama pilih jenis tomat dan varietas yang akan ditanam. Sesuaikan lokasi tempat budidaya dengan varietas tomat yang akan dipilih, terutama untuk kondisi iklim dan ketinggian tempat. Untuk hasil yang maksimal, gunakan benih unggul dari sumber yang terpercaya. Benih tomat dari berbagai varietas bisa didapatkan di toko-toko pertanian. Keterangan mengenai sifat-sifat tanaman bisa dibaca pada label yang tertera dalam kemasan benih.

Penyemaian benih tomat Cara menanam tomat dalam polybag sebaiknya melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Benih yang berupa biji harus disemaikan menjadi bibit tanaman. Langkah ini diperlukan karena benih yang baru tumbuh memerlukan perlakuan yang berbeda dengan tanaman yang telah tumbuh besar. Siapkan tempat dan media persemaian terlabih dahulu. Pilih tempat persemaian yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung.
Media persemaian bisa bermacam-macam, silahkan baca cara membuat media persemaian untuk hortikuktura. Bentuk persemaian bisa berupa bedengan, rak semai, atau polybag semai. Untuk persemaian dengan bedengan, buat larikan diatas bedengan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar larik 5 cm. Kemudian tanam benih tomat pada tiap larik dengan jarak 3 cm, tutup permukaannya dan siram secukupnya.

Untuk persemaian yang menggunakan ploybag, isi polybag dengan media persemaian. Bila tidak ada polybag bisa menggunakan kantung semai dari daun-daunan (bekong). Kemudian benamkan benih tomat sedalam 1 cm kedalam media tersebut. Lalu tutup permukaannya dan siram secukupnya. Setiap polybag cukup diisi satu benih. Setelah benih disemaikan, lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari dengan gembor yang halus. Berhati-hatilah ketika menyiram, jangan sampai merusak permukaan persemaian. Pemupukan tambahan bisa diberikan setelah dua minggu dengan pupuk cair organik, pupuk kompos atau NPK. Perawatan lain yang harus dilakukan adalah penyiangan. Jangan sampai tumbuh gulma dalam area persemaian.

Bibit tanaman tomat siap dipindahkan dari tempat persemaian ke dalam polybag setelah 30 hari atau sudah memiliki setidaknya 5 helai daun. Pemindahan bibit tomat Sebelum bibit dipindahkan, siapkan media tanam dan polybag. Isi polybag tersebut dengan tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Untuk lebih detailnya lihat cara membuat media tanam untuk polybag. Terdapat dua cara menanam tomat dari tempat persemaian ke dalam polybag. Pertama, memindahkan bibit dengan dicabut. Caranya, siram persemaian dengan air agar media tanam menjadi lunak. Lalu cabut tanaman dengan hati-hati jangan sampai akar tanaman putus atau rusak.

Kemudian masukkan tanaman tersebut secara tegak lurus pada lubang tanam yang ada dalam polybag. Posisi akar harus tegak lurus jangan sampai bengkok atau terlipat. Atur kedalaman lubang tanam sesuai dengan panjang akar. Kedua, memindahkan bibit dengan diputar. Caranya tanaman tomat diangkat dengan media yang ada disekitarnya. Untuk bibit dari bedengan, cungkil tanaman sedalam 10 cm dengan sekop atau tangan. Kemudian angkat dan pindahkan berikut dengan tanahnya. Untuk bibit dalam polybag semai, sobek atau tarik plastik polybag semai kemudian dipindahkan beserta tanahnya kedalam polybag yang lebih besar.

Polybag semai dari plastik bisa dipakai berulang-ulang. Pemeliharaan dan perawatan Pemeliharaan tanaman tomat dalam polybag atau pot relatif mudah. Kesehatan tanaman lebih lebih terkontrol karena terhindar dari penularan penyakit lewat akar. Jaga agar media tanam tidak terlalu kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, tetapi jangan terlalu basah untuk menghindari busuk akar. Siangi gulma yang terdapat dalam polybag secara teratur. Apabila ada tanaman yang layu atau mati, cabut segera dan buang media tanamnya agar tidak menulari tanaman lain. Perawatan lain yang diperlukan adalah pemangkasan tunas dan pemberian ajir sebagai penopang tanaman. Pupuk tanaman setelah satu minggu dengan kompos sebanyak satu genggam untuk setiap polybag. Lakukan penambahan pupuk kompos setiap bulan, atau bila terlihat tanaman kurang subur. Bila tanaman akan berbuah bisa ditambahkan pupuk buah atau pupuk organik cair. Hama dan peyakit tanaman tomat lumayan banyak. Bila terlihat ada serangan hama, ambil hama tersebut secara manual.
Buang daun atau batang yang rusak terkena hama. Penyemprotan hendaknya dilakukan apabila benar-benar diperlukan. Agar lebih aman untuk kesehatan dan lingkungan gunakan pestisida organik yang lebih alami. Silahkan baca cara membuat pestisida organik. Pemanenan Tanaman tomat dalam polybag sudah bisa dipanen setelah 3 bulan, tergantung dari varietasnya. Kriteria buah tomat yang siap dipanen adalah yang berubah warna dari hijau ke kuning-kuningan atau tepi daun terlihat kering dan batang menguning. Pemetikan dilakukan pada buah yang telah matang saja. Buah tomat tidak matang secara serentak. Lakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali, jangan terlalu rapat untuk menghindari kerusakan tanaman. Waktu pemetikan yang paling baik pagi dan sore hari, ketika sinar matahari tidak terlalu terik. Demikian uraian singkat tenang cara menanam tomat dalam polybag.
Sumber
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 6/14/2014 10:15:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 6/14/2014 10:15:00 PM

Sabtu, 16 Maret 2013

DAFTAR FLORA YANG DILINDUNGI DI INDONESIA


POHON BERGETAH
1. Damar, Kopal (Agathis labillardieri)
2. Hangkang (Palaquium Leiocarpum)
3. Jelutung (Dyera sp)
4. Kapur Barus (Dryobalanops camphora)
5. Katiau (Ganna metloyauma)
6. Kemenyan (Styra sp)
7. Keruling / Minyak (Dipterocarpus sp)
8. Malam merah (Palaquium gutta)
9. Mata Kucing / Damar (Shorea sp)

POHON PENGHASIL BUAH
1. Balam Suntai (Palaquium walsurifolium)
2. Durian (Durio zibethinus)
3. Enau (Arenga Pinnata)
4. Jambu Monyet (Palaquium bueckii)
5. Kemiri (Aleurites moluccana)

POHON PENGHASIL KULIT KAYU / ZAT WARNA
1. Hongi, Saya (Myristica argentea)
2. Kayu Kuning (Cudrania sp)
3. Kayu Manis (Cinnamomun burmannii)
4. Kayu Sepang (Caesalpinia Sappan)
5. kulit Lawang (Cinnamomun cullilawan)
6. Massoi (Cryptocaria massoi)
7. Mata Buta, Garu (Excoecaria agallocha)

POHON PENGHASIL KAYU / BATANG
1. Bayur (Pterospermum sp)
2. Bulian, Ulin (Eusideroxylon zwageri)
3. Cendana (Santalum album)
4. Eucalyptus (Eucalyptus sp)
5. Imba (Azadirachta indica)
6. Ipil (Instsia amboinensis)
7. Kayu Bawang (Scorodocarpus borneensis)
8. Kayu Hitam (Diospyros sp)
9. Ketimunan (Timonius sericcus)
10. Purnamasada (Cordia subcordata)
11. Sawo Kecik (Manilkata kauki)
12. Sonokeling (Dalbergia latifolia)
13. Suren (Toona Sureni)
14. Taker, Benuang (Duabanga moluccana)
15. Tembesu (Fagrea fragrans)
SUMBER
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/16/2013 08:47:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/16/2013 08:47:00 PM