Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA DAN TERNAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA DAN TERNAK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2015

10 Alasan Besar Dunia harus Legalkan Ganja "MENAKJUBKAN"


Kemungkinan besar kamu tahu ada beberapa orang yang telah mengkonsumsi ganja setiap hari diberbagai dunia. Namun, ada yang kamu tidak tahu dari konsekuensi mengkonsumsi ganja tersebut bahwa dilarangan karena memiliki dampak buruk pada kehidupan kamu.
menjadi tren topik panas selama beberapa tahun terakhir, terutama di Colorado dan Washington DC berjuang melegalkan penjualan dan pembelian ganja.

Sekarang apakah kamu setuju atau tidak setuju dengan legalisasi ganja? tentunnya setelah membaca alasan besar untuk melegalkan ganja dibawah ini. Beberapa dekade terakhir telah ada peningkatan kampanye legalisasi ganja. Para pendukung legalisasi ganja tersebut pun beragam mulai dari dokter, guru dan politisi. Mungkin informasi ini akan menguraikan argumen penting dalam mendukung proses legalisasi ganja

1. Belajar dari Colorado dan washington DC
sejak proses legalisasi ganja, colorado dan washington DC telah melihat Manfaat yang luar biasa dan bukan hanya dari segi ekonomisnya saja. Pada tahun 2014, Washington DC menerima $ 15 juta USD dan Colorado $ 40 juta USD dari pajak ganja. Saat ini, Colorado menjadi ekonomi paling cepat berkembang di amerika dan tingkat pengangguran mereka berada pada titik terendah sejak 2008. Yang paling penting adalah menggunakan pajak ganja tersebut, Colorado sudah Mulai berinvestasi dalam program pencegahan dan perawatan kesehatan mental. Pada akhirnya, Washington DC dan Colorado telah mengkritik dan membuktikan industri ganja bisa cepat membesar untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan yang lebih kerennya adalah kedua negara tersebut telah membuktikan bahwa masyarakat tidak lebih onar ketika ganja dilegalkan disana

2. Kecanduan Narkoba adalah Gangguan Mental, Bukan Kriminal
Tidak ada keraguan bahwa ganja dapat membuat candu, kita yakin banyak orang yang kecanduan ganja. Namun, semua orang dalam lingkup masyarakat memiliki candu lainnya seperti alkohol, tembakau, shopping, makanan, facebook-an, dan masih banyak lagi. Faktor utama dalam memahami kecanduan adalah bahwa hal itu dari keterbiasaan bukan dari pilihan diri sendiri. Sebagai contoh, banyak pecandu rokok susah untuk berhenti merokok karena keterbiasaan. bahwa sebagian besar dari mereka yang menderita kecanduan ganja bukan orang jahat, dan mereka tidak sakit.

3. Ganja adalah obat?
Sudah terbukti secara ilmiah bahwa ganja dapat digunakan untuk mengobati ratusan penyakit, mulai dari sakit punggung, insomnia anoreksia dan kanker. Berita ini tidak baru, sebenarnya sudah ditemukan bahwa ganja adalah obat yang digunakan di Cina sejak 2700 sebelum masehi untuk mengobati sembelit, malaria, dan asam urat. Maka dari itu pendukung legalisasi ganja tidak akan diam terus berjuang melegalkan ganja karna bagaimana ganja digunakan sebagai obat, tetapi ada banyak referensi website yang lebih detail dan spesifik pada point ini.

4. Gagal melawan Narkoba
Setelah ditetapkan, larangan mengkonsumsi ganja, jumlah kasus penahanan menjulang tinggi, pajak menjadi tinggi demi meningkatkan hukum, penjara, dan juga obat. Yang paling jengkelkan adalah tingkat penahanan meningkat padahal hal itu sebagian besar terdiri dari pelanggar obat dan bukan tindak kriminal yang akhirnya menghabiskan lebih banyak waktu di balik jeruji besi ketimbang koruptor, pemerkosa dan pembunuh. namun, kegagalan utama dari perang melawan narkoba adalah bahwa alih-alih memberantas narkoba dibenarkan, tapi ko meningkatkan produksi dan aksesibilitas obat terlarang di dunia. Bahkan, banyak laporan termasuk indonesia sendiri pun bahwa ganja sekarang lebih mudah untuk dicari ketimbang alkohol, bisa di jumpai disekolah dan bahkan penjara. betul? betullllll . . .

5. Pemakai ganja apakah berbahaya di masyarakat?
Sebagian besar orang-orang yang over mengkonsumsi ganja mungkin jarang untuk pergi keluar, tidak melakukan kejahatan dan kekerasan, duduk membungkuk di pojok rumah dan menutup diri. ini mungkin terdengar lucu, tapi ini serius bukan bercanda. kita tahu banyak orang yang menggunakan atau telah menggunakan ganja, beberapa di antaranya menjadi relatif ramah dan individual yang merasakan kedamaian. secara keseluruhan, orang-orang pemakai ganja kecil kemungkinannya untuk melanggar hukum dan lebih mungkin untuk menghabiskan waktu bersantai dan mengurus bisnis mereka sendiri. kecuali pemabuk.

6. Ganja bukanlah Narkoba?
Ganja adalah obat terlarang karena pengguna akan beralih dan bereksperimen dengan zat yang lebih berbahaya, banyak yg berpendapat seperti itu. Namun hal ini telah terbukti dan itu tidak benar. Memang benar bahwa sebagian besar pengguna narkoba telah mencoba ganja dan alkohol pertama kalinya, tapi itu tidak berarti ganja adalah alasan bagi mereka beralih ke obat keras lainnya. ada banyak faktor yang mempengaruhinya terhadap seseorang yang memutuskan untuk bereksperimen dengan obat-obatan keras, seperti teman atau lingkungan dan masalah dirumah. Untuk membuktikan hal ini, sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda oleh RAND menemukan tidak ada hubungan kausal antara ganja dan obat-obatan keras. Selanjutnya, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa legalisasi ganja di berbagai negara telah mengurangi tingkat pecandu narkoba di dunia.

7. Sangkut paut Black Market?
Melebar ke sisi pasar gelap, bahwa obat-obatan di duga untuk mempertahankan sekelompok kriminal dan terbiasa dengan kekerasan serta terorisme. Larangan aja seharusnya udah buat sulit ditemui, tetapi ko malah obat-obatan lebih merajalela dan semakin mendekat ke masyarakat. ini memang bukan sebuah kejutan baru, larangan mengkonsumsi alkohol juga memiliki banyak konsekuensi yang sama dan orang-orang dengan cepat mengerti bahwa harus ada solusi. Setelah kegagalan melarang alkohol, Amerika membuat hukum untuk memperbolehkan alkohol dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan produksi dan proses yang diatur. Bahaya alkohol atau ganja?

8. Tak ada satupun Mati karena ganja
Mengejutkan memang, tidak ada kematian yang tercatat akibat langsung dari penggunaan ganja. Selanjutnya, Menurut NATIONAL CANCER INSTITUTE, bahkan tidak mungkin overdosis saat mengkonsumsi ganja. yang penting untuk dicatat adalah bahwa Fakta-fakta ini memunculkan pertanyaan penting: bagaimana mungkin obat seperti Vicodin, Xanex dan bahkan alkohol, telah mengakibatkan kematian puluhan ribu jiwa, secara hukum diresepkan untuk pasien dan dijual bebas, sementara ganja.. tak ada data valid kematian seseorang karena ganja dan sekarang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, kenapa dilarang?

9. Kafein, Rokok dan Alkohol lebih merusak dibandingkan Ganja
Hampir setiap alkohol, kafein dan rokok telah terbukti lebih merusak daripada ganja. ketiganya dianggap sangat adiktif, mematikan dalam dosis besar, namun masih diterima secara sosial. Khusus melihat fakta-fakta, itu dilaporkan oleh Organisasi kesehatan Dunia bahwa alkohol membunuh sekitar 2,5 juta orang per tahun dan rokok membunuh hampir 6 juta. Selanjutnya, menurut informan Kafein, konsumsi kafein secara terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah, penyebab inkontinensia, Insomnia, gangguan pencernaan, Sakit kepala, dan mengurangi kesuburan pada wanita. Lantas apa dampak dari ganja? Adiktif aja?

10. Mayoritas mendukung legalisasi ganja!
Mayoritas orang di AS, Kanada dan Inggris mendukung baik dekriminalisasi atau legalisasi ganja. Sejak tahun 2013, data organisasi Gallup, 58% orang Amerika mendukung legalisasi ganja, sementara di inggris, MORI menyimpulkan bahwa 53% dukungan legalisasi ganja. Di Kanada, EKOS menyimpulkan bahwa 68% mendukung dekriminalisasi. Reformasi politik hanya dicapai bila mayoritas orang menuntut semua itu, dan dengan dukungan yang semakin meningkat untuk legalisasi ganja, tapi para Ahli melihat itu aman untuk waktu dekat mungkin berbeda ketika ganja dapat digunakan dan dilegalkan.
Sumber
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 9/09/2015 10:57:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 9/09/2015 10:57:00 PM

Sabtu, 14 Juni 2014

Cara Berkebun tomat menggunakan Media tanam Polybag

Tomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun mempunyai struktur buah. Tanaman ini bisa tumbuh baik didataran rendah maupun tinggi mulai dari 0-1500 meter dpl, tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat menghendaki tanah yang subur dan gembur, dengan pH sekitar 5,5-7. Di alam bebas pohon tomat berbentuk seperti perdu, ketinggiannya bisa mencapai tinggi 3 meter.

Namun setelah dibudidayakan tinggi tanaman ini tak lebih dari 2 meter dan biasanya ditopang oleh ajir atau tali untuk menahan agar tidak roboh. Tanaman tomat bisa tumbuh baik di berbagai media seperti lahan terbuka, hidroponik, taman vertikultur dan media pot atau polybag.

Pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan tentang cara menanam tomat dalam polybag. Bila ingin mengetahui bercocok tanam tomat skala besar di lahan terbuka baca panduan umum budidaya tomat. Pemilihan jenis tanaman Secara umum, orang membedakan tomat dari bentuk buahnya. Terdapat empat golongan tomat yang banyak beredar di pasaran yakni,

(1) Tomat buah atau tomat granola, bentuknya bulat dengan pangkal mendatar
(2) Tomat gondol, bentuknya lonjong biasa digunakan sebagai bahan baku saus,
(3) Tomat sayur, teskturnya keras rasanya sedikit kecut,
(4) Tomat cherry, bentuknya kecil rasanya manis kecut.

Cara menanam tomat dalam polybag tidaklah sulit. Langkah pertama pilih jenis tomat dan varietas yang akan ditanam. Sesuaikan lokasi tempat budidaya dengan varietas tomat yang akan dipilih, terutama untuk kondisi iklim dan ketinggian tempat. Untuk hasil yang maksimal, gunakan benih unggul dari sumber yang terpercaya. Benih tomat dari berbagai varietas bisa didapatkan di toko-toko pertanian. Keterangan mengenai sifat-sifat tanaman bisa dibaca pada label yang tertera dalam kemasan benih.

Penyemaian benih tomat Cara menanam tomat dalam polybag sebaiknya melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Benih yang berupa biji harus disemaikan menjadi bibit tanaman. Langkah ini diperlukan karena benih yang baru tumbuh memerlukan perlakuan yang berbeda dengan tanaman yang telah tumbuh besar. Siapkan tempat dan media persemaian terlabih dahulu. Pilih tempat persemaian yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung.
Media persemaian bisa bermacam-macam, silahkan baca cara membuat media persemaian untuk hortikuktura. Bentuk persemaian bisa berupa bedengan, rak semai, atau polybag semai. Untuk persemaian dengan bedengan, buat larikan diatas bedengan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar larik 5 cm. Kemudian tanam benih tomat pada tiap larik dengan jarak 3 cm, tutup permukaannya dan siram secukupnya.

Untuk persemaian yang menggunakan ploybag, isi polybag dengan media persemaian. Bila tidak ada polybag bisa menggunakan kantung semai dari daun-daunan (bekong). Kemudian benamkan benih tomat sedalam 1 cm kedalam media tersebut. Lalu tutup permukaannya dan siram secukupnya. Setiap polybag cukup diisi satu benih. Setelah benih disemaikan, lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari dengan gembor yang halus. Berhati-hatilah ketika menyiram, jangan sampai merusak permukaan persemaian. Pemupukan tambahan bisa diberikan setelah dua minggu dengan pupuk cair organik, pupuk kompos atau NPK. Perawatan lain yang harus dilakukan adalah penyiangan. Jangan sampai tumbuh gulma dalam area persemaian.

Bibit tanaman tomat siap dipindahkan dari tempat persemaian ke dalam polybag setelah 30 hari atau sudah memiliki setidaknya 5 helai daun. Pemindahan bibit tomat Sebelum bibit dipindahkan, siapkan media tanam dan polybag. Isi polybag tersebut dengan tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Untuk lebih detailnya lihat cara membuat media tanam untuk polybag. Terdapat dua cara menanam tomat dari tempat persemaian ke dalam polybag. Pertama, memindahkan bibit dengan dicabut. Caranya, siram persemaian dengan air agar media tanam menjadi lunak. Lalu cabut tanaman dengan hati-hati jangan sampai akar tanaman putus atau rusak.

Kemudian masukkan tanaman tersebut secara tegak lurus pada lubang tanam yang ada dalam polybag. Posisi akar harus tegak lurus jangan sampai bengkok atau terlipat. Atur kedalaman lubang tanam sesuai dengan panjang akar. Kedua, memindahkan bibit dengan diputar. Caranya tanaman tomat diangkat dengan media yang ada disekitarnya. Untuk bibit dari bedengan, cungkil tanaman sedalam 10 cm dengan sekop atau tangan. Kemudian angkat dan pindahkan berikut dengan tanahnya. Untuk bibit dalam polybag semai, sobek atau tarik plastik polybag semai kemudian dipindahkan beserta tanahnya kedalam polybag yang lebih besar.

Polybag semai dari plastik bisa dipakai berulang-ulang. Pemeliharaan dan perawatan Pemeliharaan tanaman tomat dalam polybag atau pot relatif mudah. Kesehatan tanaman lebih lebih terkontrol karena terhindar dari penularan penyakit lewat akar. Jaga agar media tanam tidak terlalu kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, tetapi jangan terlalu basah untuk menghindari busuk akar. Siangi gulma yang terdapat dalam polybag secara teratur. Apabila ada tanaman yang layu atau mati, cabut segera dan buang media tanamnya agar tidak menulari tanaman lain. Perawatan lain yang diperlukan adalah pemangkasan tunas dan pemberian ajir sebagai penopang tanaman. Pupuk tanaman setelah satu minggu dengan kompos sebanyak satu genggam untuk setiap polybag. Lakukan penambahan pupuk kompos setiap bulan, atau bila terlihat tanaman kurang subur. Bila tanaman akan berbuah bisa ditambahkan pupuk buah atau pupuk organik cair. Hama dan peyakit tanaman tomat lumayan banyak. Bila terlihat ada serangan hama, ambil hama tersebut secara manual.
Buang daun atau batang yang rusak terkena hama. Penyemprotan hendaknya dilakukan apabila benar-benar diperlukan. Agar lebih aman untuk kesehatan dan lingkungan gunakan pestisida organik yang lebih alami. Silahkan baca cara membuat pestisida organik. Pemanenan Tanaman tomat dalam polybag sudah bisa dipanen setelah 3 bulan, tergantung dari varietasnya. Kriteria buah tomat yang siap dipanen adalah yang berubah warna dari hijau ke kuning-kuningan atau tepi daun terlihat kering dan batang menguning. Pemetikan dilakukan pada buah yang telah matang saja. Buah tomat tidak matang secara serentak. Lakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali, jangan terlalu rapat untuk menghindari kerusakan tanaman. Waktu pemetikan yang paling baik pagi dan sore hari, ketika sinar matahari tidak terlalu terik. Demikian uraian singkat tenang cara menanam tomat dalam polybag.
Sumber
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 6/14/2014 10:15:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 6/14/2014 10:15:00 PM

Kamis, 03 April 2014

CARA BUDIDAYA BELUT DALAM TONG


Pembahasan mengenai cara budidaya belut dalam tong akan dimulai dari persiapan awal hingga masa panen tiba. Tentu dalam hal ini lahan yang tersedia juga sangat dibutuhkan meski tidak membutuhkan lahan yang luas.

Bagaimana cara budidaya belut ini secara lengkapnya, maka berikut bisa teman-teman ketahui secara detail yang disajikan untuk Anda.

1. Perlengkapan


Hal yang paling utama dan pertama sekali yang harus dipersiapkan dalam budidaya belut didalam tong adalah peralatan-peralatan sebagai berikut:
  • Tong atau Drum, disarankan yang terbuat dari bahan plastik agar tidak berkarat.
  • Paralon
  • Kawat Kasa
  • Tandon sebagai penampung air
  • Ember, cangkul, baskom dan juga jerigen.
2. Persiapan dan Teknik Budidaya Belut

Persiapan dan teknik budidaya belut perlu diketahui agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal. Disini hal yang perlu diperhatikan adalah media pemeliharaan sebagai tempat berkembang biak atau media tempat membesarkan belut. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

A. Drum atau Tong
Drum yang digunakan untuk budidaya belut harus yang tidak bocor dan juga tidak berkarat. Bila drum yang digunakan terbuat dari besi atau kaleng, maka sebaliknya drum tersebut sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari karat dan lakukan pengecetan ulang dan diamkan sampai kering hingga tidak berbau cat lagi.

Cara mempersiapkan drum atau tong sebagai media budidaya belut dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut ini:
  • Letakkanlah tong pada posisi tanah yang datar. Hal ini dilakukan agar media menjadi lebih luas.
  • Buka bagian tengan drum dan sisakan 5 cm pada bagian sisi kiri dan kanan.
  • Pasang alat sebagai penganjal agar drum tidak menggelinding dan bergerak.
  • Buat saluran pembuangan dibawah tong. Letak saluran pembuangan ini dapat disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan.
  • Buah peneduh tong, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan mengenai langsung ke permukaan drum. Bahan ini dapat dibuat dengan net atau waring dan bisa juga dibuat dengan bahan-bahan yang lebih sederhana lainnya.
B. Media Tanah

Media tanah yang digunakan adalah tanah yang tidak berpasir dan juga tanah yang tidak terlalu liat dan memiliki kandungan hara yang cukup. Dalam hal ini disarankan untuk menggunakan media tanah yang diambil dari sawah. Pematangan media tanah dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  • Masukkan tanah kedalam tong hingga ketinggian 30-40 cm
  • Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang.
  • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol kedalam tong.
  • Aduk tanah sebanyak 2 kali sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur.
Perlu diketahui bahwa perlakuan diatas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil dari sawah.

C. Media Instan Bokashi

Media ini dibuat diluar tong yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran. Penggunaan 100 kilo bahan akan menghasilkan 90 kilo media instan bokashi. Untuk setiap tong ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Dalam pembuatan bokashi dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut:
  • Jerami padi (40 persen)
  • Pupuk Kandang (30 persen)
  • Bekatul (20 persen)
  • Potongan batang pisang (10 persen)
Bahan dan campurannya terdiri atas
  • EM4
  • Air Sumur
  • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.
Cara pembuatan media instan bokashi dilakukan sebagai berikut:
  • Cacah jerami dan potongan batang pisang dan kemudian dikeringkan terlebih dahulu. Tanda bahan yang sudah kering adalah hancur ketika digenggam.
  • Campurkan bahan cacahan diatas dengan bahan pokok lainnya dan aduk hingga merata.
  • Campurkanlah bahan ini sedikit demi sedikit tetapi jangan terlalu basah.
  • Tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari. Bolak balik campuran agar tidak membusuk.
D. Mencampur Media Tanah dan Media Bokashi

Untuk mencapur media tanah dan media bokashi dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  • Masukkan media Bokashi kedalam tong dan aduk hingga merata.
  • Masukkan air kedalam tong hingga ketinggian 5 cm dan diamkanlah hingga terdapat plankton atau cacing (sekitar 1 minggu) selama proses ini berlangsung tong tidak perlu ditutup.
  • Keluarkan air dari tong dan ganti dengan air baru dengan ketinggian yang sama.
  • Masukkkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak 3/4 bagian dan ikan-ikan kecil.
  • Masukkan vetsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari.
Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.

E. Masukkan bibit belut

Setelah seluruh media budidaya diatas dipersiapkan, maka tahapan selanjutnya adalah menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibit sebanyak 160-200 ekor.

3. Perawatan

Perawatan belut yang dibudidayakan didalam tong relatif lebih mudah karena pemantauan budidaya juga relatif kecil. Tetapi demikian perawatan harus tetapi diperhatikan, diantaranya adalah:

a. Pemberian Pakan
Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang volume pemberian pakan. Tetapi sebaiknya pakan diberikan 5 persen dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, dan cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar didalam tong. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut makan dialam bebas, yaitu sore dan malah hari.

b. Pengaturan Air
Pengaturan air sangat diperlukan untuk membuang sisa makanan agar tidak menumpuk dan menimbulkan penyakit bagi belut. Pengaturan air ini dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air bersih kedalam tong. Sebaiknya air yang masuk berupa percikan air, dan hal ini sangat cocok dilakukan dengan menggunakan pipa paralon sebagai media aliran. Sementara untuk saluran pembuangan dapat dilakukan dengan membuat lobang pada tong di ketinggian 8 cm dari genangan air pada media. Selain itu untuk mengatur pembuangan sisa kotoran percikan air juga sangat bermanfaat untuk menambah oksigen.

c. Perawatan Tanaman Air

Tanaman air ini juga digunakan sebagai penjaga kelembaban tempat budidaya dan juga menjaga belut dari kepanasan.

d. Pemberian EM4
EM4 berfungsi untuk menetralisir sisa-sisa pakan. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi bau. EM4 diberikan 2-3 kali sehari dengan dosis 1/2 sendok makan yang terlebih dilarutkan dalam 1 liter air.

e. Perawatan Disekitar Lokasi

Perawatan di sekitar lokasi ini dilakukan untuk menjaga tong dari tanaman liar, lumut, dan hama maupun predator pemangsa seperti ayam.

4. Pemanenan

Pemanenan belut sudah dapat dilakukan setelah 3–4 bulan masa budidaya dilakukan atau sesuai dengan keinginan kita dan keinginan (permintaan) pasar. Pemanenan untuk media drum / tong tentunya lebih mudah , dan belut hasil budidaya siap dipasarkan.
Sumber
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/03/2014 07:21:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/03/2014 07:21:00 AM

Rabu, 02 April 2014

TIPS CARA MEMBEDAKAN KENARI JANTAN DAN BETINA

Pada kesempatan kali ini saya mencoba mengikuti jejak para kicau mania lainnya yang sudah mencoba membagi pengalamnnya tentang tips dan ulasan tentang bagaimana cara membedakan burung kenari yang jenis kelamis jantan dan betina.

Sehubungan dengan hal tersebut patus kita waspadai dan sangatlah penting untuk mengetahui tentang hal ini karena beda jenis kelamin, maka akan berbeda juga jenis ocehan dan seni suaranya sekalipun cara perawatannya sama.


Dan berikut ini adalah beberapa tips cara membedakan burung kenari jantan dan betina:



Ciri-ciri burung Kenari Jantan:

Postur tubuh lebih sedikit besar jika dibandingkan dengan betina.
Setelah menetas sekitar usia 3-4 hari bisa dilihat terdapat sejenis saluran mulai dari perut menuju sekitar dubur.
Pada bagian kepala, setelah menetas dan mata sudah melek yaitu sekitar 1 mingguan, maka bisa dilihat posisi mata akan sejajar simetris dengan paruhnya dengan bentuk kepala lebih ramping.
Perhatikan, jika anakan kenari sudah menjelang besar (sekita 2-3 mingguan) maka yang berkelamin jantan lompatannya akan lebih jauh dibanding dengan betina.
Bagi yang sudah faham biasanya akan lebih jeli dan tahu dari segi panjangnya tatakan kaki, lebih panjang-panjang maka kiemungkinan besar itu adalah kenari jantan.

Ciri-ciri burung Kenari Betina:

Sudah pasti kebalikannya dengan yang jenis kelamin jantan, diantaranya:

Postur tubuh lebih sedikit kecil
Setelah menetas sekitar usia 3-4 hari bisa dilihat tidak terdapat sejenis saluran mulai dari perut menuju sekitar dubur, alhasil blank aja ...
Pada bagian kepala, setelah menetas dan mata sudah melek yaitu sekitar 1 mingguan, maka bisa dilihat posisi mata tidak sejajar dengan paruhnya, biasanya posisi mata agak naik dengan bentuk kepala lebih bulat.
Perhatikan, jika anakan kenari sudah menjelang besar (sekita 2-3 mingguan) maka yang berkelamin jantan lompatannya tidak sejauh jantan.
Bagi yang sudah faham biasanya akan lebih jeli dan tahu dari segi panjangnya tatakan kaki, lebih pendek.
Dari segi dubur bisa dibedakan seperti pada gambar berikut:
Sumber
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/02/2014 07:40:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/02/2014 07:40:00 AM

Selasa, 23 April 2013

CARA BUDIDAYA BURUNG KENARI


Kali ini perkenankan saya untuk menambah artikel atau pengetahuan tentang cara ternak kenari. Mungkin sudah banyak artikel yang ditulis oleh peternak yang lebih berpengalaman dan ahli dalam bidang ini. Mengingat banyaknya anemo masyarakat untuk mengetahui cara berternak dengan baik dan praktis maka saya meluangkan waktu untuk menulisnya. Semoga artikel saya kali ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
begitu banyak ragam dari burung kenari ini, perbedaan pada burung kenari ini antara lain dari warna, bentuk , perbedaan jenis maupun dari suaranya. Mungkin ini yang menjadi keunikan varian dari burung ini yang tidak dimiliki pada burung lain manapun. Sebenarnya semua jenis burung kenari tu burung import, karena didalam negeri ini sudah lama dikembangbiakan oleh para hobiis dan dianggap burung tersebut burung asli Indonesia. Keunikan burung kenari manjadi daya tarik masyarakat untuk berhobi mengembangbiakan burung ini, karena dari warna bulu dan kicauan yang sangat indah ini banyak masyarakat untuk menternak burung kenari sebagai penghasilan sampingan atau penghasilan utama mereka. Dari tahun ketahun para hobiis burung kenari ini semakin bertambah secara signfikan.
Mungkin dari kalian yang tertarik dengan cara ternak kenari ini banyak faktor menjadi pendorong tersendiri untuk mencoba berternak burung kenari. Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam usaha ternak burung kenari, maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Usia
Usia menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dalam ternak kenari. Pilih kenari siap ternak minimal usia 6 bulan untuk betina, sedangkan untuk jantan pilih minimal 8 bulan.

2. Kandang / sangkar burung kenari
Penempatan terbaik adalah sangkar menempel ke dinding dengan sangkar samping kiri dan kanan ditutup. Pastikan penempatannya jauh dari gangguan serangga atau binatang seperti Tikus, cicak, semut, dll. dengan cara mengililingi dengan kapur ajaib untuk menghindari semut. Jika kandangnya besar yang ditaruh dilantai olesi dengan olii pada kaki-kaki kandang. buat kandang dengan dimensi 40cm x 40cm x 80cm dengan bahan sebagai berikut :
1. Triplek 12mm untuk sekat vertikal.
2. Triplek 9mm untuk sekat horisontal.
3. Jaring kawat nyamuk untuk bagian belakang.
4. Jaring kawat kotak-kotak 1cm x 1cm berlapis untuk bagian depan.

3. Perjodohan (Jika anda membeli indukan sudah berjodoh lewati saja tahan ini).
Proses perjodohannya dengan memisahkan betina dengan jantan dalam sangkar yang berbeda, dan kedua sangkar tersebut ditaruh berdekatan. Kebanyakan untuk pemula tidak sabar dalam tahap perjodohan ini, mereka langsung memasukkan jantan dan betina dalam satu sangkar yang bisa mengakibatkan pertengkaran antara s betina dan si jantan tersebut.

4. Proses ternak.
Ciri-ciri kenari siap ternak adalah jika sijantan didekatkan dengan si betina, maka sijantan akan menabrak-nabrak pada sangkar ke betina dengan bunyi kicau yang kenceng. Sedangkan si betinanya mengeper-ngeparkan sayapnya tanda minta kawin. Pada menjelang malam atau burung mau tidur mereka saling berdekatan, dan sesekali berciuman. dan jika didalam sangkar diberi sarang, maka si betina akan menyusun atau merapikan sarang tersebut untuk mempersiapkan proses pengeraman untuk telur-telurnya.

Naah mudah-mudahan uraian artikel diatas menambah pengetahuan dalam hal cara ternak kenari. saran dan kritik yang membangun selalu kami nantikan untuk kemajuan kita bersama.
Terima kasih atas kunjungannya lain waktu akan saya lanjutkan kembali artikel selanjutnya...
Semoga sukses selalu menyertai kita bersama. Amiin...
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/23/2013 07:31:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/23/2013 07:31:00 PM

CARA BUDIDAYA LEBAH MADU

Budidaya lebah madu sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia. Secara tradisional kegiatan budidaya lebah madu ini banyak kita temui di pelosok pedesaan di pulau Jawa dan Bali sebagai kegiatan sampingan usaha tani mereka dengan menggunakan glodok dan periuk tanah. Pada masa kini kegiatan budidaya lebah madu semakin meningkat dan telah mendapat perhatian dari berbagai pihak baik dari pemerintah maupun swasta. Berdasarkan jenis lebahnya, budidaya lebah madu dapat dibedakan menjadi 2 yaitu lebah madu jenis lokal seperti Apis cerana dan lebah madu jenis unggul seperti Apis mellifera. Selain madu sebagai produk utama, hasil dari budidaya lebah madu juga menghasilkan berbagai produk sekunder semisal Bee swax, Bee venon, Bees (grood) dan Royal Jelly yang mempunyai potensi nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Teknik Dalam Budidaya Lebah Madu
Pengembangan dan pengusahaan perlebahan dapat menggunakan pola sebagai berikut:
1. Pola usaha perlebahan rakyat
2. Pola perusahaan budidaya lebah

Budidaya lebah ada 2 cara yaitu:
1. Budidaya lebah secara menetap (stative bee keeping), lebah koloni diperoleh dari
koloni yang belum dibudidayakan.
2. Budidaya lebah secara berpindah (migratory bee keeping), koloni diperoleh dari
lebah paket
Tahapan-tahapan Dalam Usaha Budidaya lebah Madu
1. Persiapan tanaman pakan lebah, untuk kegiatan ini diperlukan evaluasi
produktivitas bunga pakan lebah, pemanfaatan tanaman (memanfaatkan bunga-
bunga yang ada di sekitarnya dan pembuatan tanaman dengan mengikuti pola
agroforestry).
2. Pemilihan lokasi dengan syarat sebagai berikut:
a. Tersedia cukup pakan lebah pada radius terbang Apis cerana : 0,5-0,7 km
sedangkan pada Apis mellifera : 1,5-2 km
b. Suhu udara antara 25-30 derajat celcius dengan kelembapan 70-80 %
c. Tersedia cukup air bersih dan sirkulasi udara yang cukup baik
d. Jauh dari ganggungan (bau, asap, kebisingan, hama dan penyakit serta angin
kencang pada jam 11.00-14.00 WIB)
e. Kotak menghadap ke timur agar cukup sinar matahari pagi dengan jarak
antara kotak 1-2 m dengan ketinggian kotak minimum 30 cm dari tanah
dengan type kotak type langstroth.
3. Cara memindahkan / memperbanyak koloni lebah adalah sebagai berikut:
a. Alat : pisau, alat pengasap, sarung tangan dan tali
b. Caranya:
1). Apis cerana
– Sarang diasapi
– Irislah 4 sisiran sarang dengan hati-hati lalu diikat pada sarang yang telah
disiapkan
– Cari dan tangkap ratunya, potong sedikit sayapnya dan masukkan lebah
ratu ke dalam sangkar yang telah diberi sangkar pengeram
- Letakkan kotak lebah di tempat terbuka untuk menarik anggota koloni
lainnya
– Setelah jumlah cukup, kotak ditutup agar lebah tidak terbang lagi, dan
hari berikutnya kotak dibuka
– Setelah 3 hari lebah tidak akan pindah lagi
2). Apis mellifera
– Siapkan kotak dengan 6-7 bingkai sarang, pintu kotak ditutup dan berikan
sirup kaleng di dalamnya
– Tiriskan 4-5 sisiran sarang pengeraman dari kotak lama dan masukkan
ke kotak baru
– Pindahkan kotak tersebut sejauh 2 km
– Kotak ditutup dan sesudah 24 jam dapat dibuka kembali
– Sesudah 5 hari periksa sisiran sarang bila terdapat lebih dari 1 sel ratu,
pilih salah satu yang terkuat dan lainnya dibuang
4. Menyiapkan masa panen
a. Kotak madu diisi 10 sisiran madu kosong
b. Antara kotak pengeraman dan kotak madu diberi sekat
c. Sisiran madu yang telah tertutup lilin berarti siap panen
d. Pemanenan dilakukan setelah 7 hari penutupan
5. Cara panen
a. Pakailah sarung tangan dan masker/topeng dengan waktu panen pada pagi
atau sore hari
b. Pilih sisiran yang sudah penuh atau hampir penuh madu dan tertutup lilin,
kemudian bersihkan sisiran tersebut dari lebah dengan menggunakan sikat
lebah
c. Kupaslah sisiran dengan mengunakan pisau dan ambillah madu dari sisiran
menggunakan ekstraktor atau alat lain
d. Kembalikan sisiran kosong ke dalam kotak madu lagi
e. Panen pertama dilakukan setelah 3 bulan dari pemindahan koloni dan panen
selanjutnya setiap 1 bulan
6. Memberi makan lebah
a. Pada saat musim bunga, lebah dapat dibantu diberi makanan stimulasi berupa
campuran antara lain tepung sari, bubuk kedelai dan vitamin B
b. Pada musim paceklik diberi larutan sirup dengan perbandingan 1:1
7. Bila ada koloni ratu maka perlu:
a. Digabungkan ke koloni lain yang ada ratunya, atau
b. Mengambil satu sisir sarang yang ada sel ratu, lalu digabungkan
courtesy: Departemen Kehutanan Direktorat Jenderal Rehabilitasi lahan Dan Perhutanan Sosial Balai Pengelolaan DAS Sampean – Madura
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/23/2013 06:42:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/23/2013 06:42:00 AM

CARA BUDIDAYA IKAN BELUT SAWAH


Budidaya belut memang belum banyak dilakukan secara kultur di kolam-kolam karena belut dianggap kurang diminati konsumen. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini belut sudah banyak dilirik oleh pelaku agribisnis. Pada artikel pendek ini, hanya akan dibahas budidaya belut sawah untuk konsumsi, dengan masa budidaya selama 2-3 bulan.

Deskripsi Belut Sawah
Tubuh belut sawah berbentuk bulat panjang seperti ular, tetapi tidak memiliki sisik. Belut sawah memiliki sirip punggung serta sirip dubur. Sirip-sirip tersebut berbentuk lipatan-lipatan kulit tanpa jari sirip.

Belut sawah tergolong binatang hermaprodit protogyni. Daur hidupnya dimulai dari masa juvenil (hermaprodit), berkembang menjadi belut betina, selanjutnya masuk dalam masa inter-sex, kemudiian berkembang lagi menjadi belut jantan.

Sistematika belut sawah :
Kingdom Animalia
Sub-kingdom Metazoa
Phyllum Chordata
Sub-phyllum Vertebrata (Craniata)
Class Pisces
Sub-class Teleostei
Ordo Synbranchoidea
Familia Synbranchidae
Genus Monopterus
Species Monopterus albus

Lingkungan hidup belut sawah
Belut sawah hidup di daerah persawahan dan parit-parit sawah. Belut sawah hidup di daerah lumpur atau tanah becek sampai kedalaman berkisar 10 cm dengan cara menggali lubang seperti terowongan berliku dengan pola sarang menyerupai huruf U. Belut sawah menyukai media dingin sebagai tempat tinggalnya. Suhu optimal saat budidaya belut sawah berkisar antara 21 – 27 0C. Apabila mengalami kenaikan temperatur air, maka belut sawah akan meninggalkan tempat tersebut. Belut sawah mampu hidup di perairan dengan kandungan oksigen terlarut rendah, karena belut sawah selain bernapas menggunakan insang juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa lipatan-lipatan kulit tipis dalam rongga mulutnya.

Kandungan gizi belut sawah per 100 gram
Belut selain rasanya enak dan banyak mengandung vitamin, juga mengandung kalori tinggi. Dalam 100 gram belut, mengandung kalori 303 gram, protein 14 gram, lemak 27 gram, kalsium 0,02 gram, besi 0,001 gram, vitamin A 1,6 gram, vitamin B1 0,0001 gram, vitamin C 0,002 gram serta mengandung air 58 gram.

BUDIDAYA BELUT SAWAH
Budidaya belut sawah tidak diperlukan persyaratan khusus seperti budidaya ikan lainnya. Budidaya belut sawah dapat dilakukan pada kolam kecil maupun besar. Bagian dasar dan dinding kolam sebaiknya dibuat permanen.

Bak Budidaya Belut Sawah
Bak yang digunakan untuk budidaya belut sawah berukuran panjang 3m, lebar 1 m, kedalaman 1,2 m dimana sedalam 0,7 m berada dalam tanah, tujuannya agar media bak selalu dalam keadaan dingin.

Media Budidaya Belut Sawah
Media budidaya belut sawah disusun dari bawah ke atas meliputi lumpur sawah, jerami, pupuk kandang fermentasi, pelepah pisang, dedak halus, lumpur sawah. Susun media tersebut tersusun hingga ketebalan 40 cm. Setelah tersusun media digenangi dengan air dengan ketinggian 60 cm dari dasar kolam, selama kurang lebih 1 bulan. Tujuannya agar proses pelapukan berjalan sempurna. Sesekali dilakukan penggantian air agar media memperoleh oksigen terlarut cukup. Disamping itu penggantian air juga bertujuan untuk menghilangkan buih-buih hasil pelapukan. Untuk mengontrol apakah proses pelapukan sudah sempurna atau belum dapat dilakukan dengan memasukkan jentik-jentik nyamuk dalam media. Apabila jentik-jetik nyamuk tersebut mati, berarti proses pelapukan belum sempurna.

Setelah bak beserta medianya budidaya belut sawah selesai dipersiapkan dan dinyatakan proses pelapukan sudah sempurna, maka penebaran belut dapat dilakukan.

Budidaya Belut Tahap I
Pada budidaya belut tahap I, benih yang ditebar berukuran 5 – 8 cm dengan padat penebaran 150 ekor/m2. Setelah dua bulan dipelihara benih belut sudah berukuran 15 cm. Belut siap dikonsumsi sebagai belut kering (goreng tepung) atau dipelihara pada pemeliharaan tahap II. Belut ukuran ini sangat sulit ditangkap karena sudah bisa membenamkan diri dalam lumput. Cara penangkapannya dengan memasang perangkap (bubu) yang dipasang berderet sebelum pengeringan.

Budidaya Belut Tahap II
Pada budidaya belut tahap II, benih yang ditebar adalah hasil dari budidaya belut tahap I, yaitu belut ukuran 15 cm dengan padat penebaran 25 ekor/m2. Untuk membantu pertumbuhan, perlu diberikan pakan tambahan berupa cacing tanah, bekicot, atau sisa-sisa dapur. Setelah dua bulan, belut sudah berukuran 25 – 20 cm. Belut ukuran ini siap untuk dikonsumsi, selain itu juga paling banyak dicari konsumen.

Pakan Pada Budidaya Belut Sawah
Budidaya belut sawah dalam jangka waktu kurang dari 4 bulan tidak memerlukan pakan tambahan karena belut sudah cukup memperoleh makanan dari media yang dibuat. Tetapi untuk menjunjang pertumbuhannya, pemberian pakan tambahan seperti di atas bisa dilakukan. Pemberiannya jangan berlebihan. Sampai saat ini belum ada penelitian mengenai jenis, kuantitas, serta kualitas pakan belut sawah.

Panen Belut
Panen belut sawah dilakukan dengan mengambil lumpur media budidaya belut. Dengan pengambilan lumpur, maka belut akan merasa terancam, dan menyingkir ketempa lain yang lebih aman. Setelah lumpur habis maka belut sawah tinggal diambil untuk dipindahkan ke wadah penampungan.
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/23/2013 06:36:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/23/2013 06:36:00 AM

Selasa, 16 April 2013

CARA BUDIDAYA IKAN MAS KOKI


ikan mas koki merupakan ikan dari golongan ikan mas yang memiliki bentuk tubuh bulat (biasanya disebut koki mutiara) dengan kepala yang kecil dan ekor yang lebar sampai membuat ikan ini sulit untuk berenang dengan gesit. ikan ini memiliki warna yang beraneka ragam, ada yang kuning, putih, hitam, dan jingga. ikan mas koki biasanya dibudidayakan untuk dijual sebagai ikan hias bukan ikan konsumsi. ikan hias ini memiliki harga yang cukup baik, dimana pangsa pasar ikan ini bukan hanya indonesia tapi banyak di ekspor ke
malaysia, thailand filiphina sampai negri cina serta negara-negara eropa.
untuk membudidayakan ikan ini terlebih dahulu harus mengetahui cara memijah ikan ini, berikut ini adalah cara memijahnya:

1. pemilihan induk:
a. induk yang baik dan siap dipijah memiliki panjang tubuh mencapai 7 cm (minimal) atau sebesar telur bebek dan memiliki umur lebuh dari 7 bulan.
b. bilih yang bertubuh bagus, dengan ekor yang lebar, sirip yang tegak saat bergerak, kepala kecil dan sisik yang indah atau tidak rontok.
c. untuk mendapatkan anakan yang berwarna, maka induk harus memiliki tubuh yang polos tapi berbeda antara jantan dan betina, misalnya betina berwarna putih jantan berwarna kuning.

2. cara memijah:
a. akuarium atau kolam yang bersih diberi air lalu diendapkan kira-kira satu hari satu malam, kemudian taruh eceng gondok di dalamnya untuk melekatkan telur.
b. pilih induk yang telah matang telur lalu dimasukkan dalam kolam pemijahan pada sore hari, biasanya keesokan pagi telur sudah menempel pada eceng gondok.
c. lalu induk bisa dipindahkan ke kolam penampungan induk untuk kemudian dipijahkan 1 bulan lagi. biarkan telur sampai menetas, jaga agar tidak terkena suhu yang terlalu ekstrim dan jauhkan dari hewan pemangsa yang ada.

3. pemeliharaan benih:
a. setelah 2 sampai 3 hari maka telur akan menetas, pada hari ke 3 benih ikan sudah dapat di beri makan berupa kutu air yang telah kita saring.
b. setelah berumur 15 hari, benih mulai bisa diberi makan cacing rambut sebagai tambahan kutu air.
c. jaga ketinggian air 10 - 15 cm dengan pergantian air satu minggu sekali, air diganti dengan air yang diendapkan lebih dahulu.
d. gunakan eceng gondok untuk melindungi benih dari sinar matahari yang terik.

4. pembesaran:
a. pembesaran dilakukan setelah benih berusia 1 bulan
b. pada saat pembesaran akan memerlukan banyak sinar matahari, maka eceng gondok dikurangi
c. makanan masih berupa cacing rambut, diberikan pagi hari...jika ada sisa sore harinya diangkat
d. setelah usia ikan 4 bulan lebih, maka ikan sudah dikatakan calon induk, ikan jantan dan betina bisa dipisahkan untuk dipijah pada usia 8 bulan.
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/16/2013 07:35:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/16/2013 07:35:00 AM

Jumat, 05 April 2013

CARA BUDIDAYA BURUNG MERPATI

CARA BUDIDAYA BURUNG MERPATI
Cara Budidaya burung merpati – burung merpati adalah type burung yang dapat di umbar atau di dapat di lepas serta akan kembali ke kandangnya sendiri. burung merpati juga terhitung type burung yang gampang dirawat. serta untuk melacak merpati lalu bukan hanya perihal yang sukar, karna merpati banyak dijual di pasar burung diindonesia. sebelum kita berternak burung merpati, alangkah baiknya kita pelajari cara beternak burung merpati dan pilih induk merpati yang unggul supaya menghasilkan keturunan yang unggul pula.

ciri-ciri burung merpati yang sudah berumur senja/tua yaitu seperti berikut :

pastilah burung yang anda beli itu mesti sehat. ciri burung merpati yang sehat yaitu memiliki bulu yang bagus. bagian ujung sayapnya tidak melor dengan kata lain turun. apabila di tangkap dengan tangan tenaga reaksi/perlawanan besar.

upayakan janganlah beli burung merpati yang telah tua, ini tidak bagus untuk yang sebatas beli untuk disembelih ataupun untuk diternak.
daging di lebih kurang paruh yang terlihat tidak tipis. bagian lubang hidungnya juga tampak ada kerutan daging tidak tipis. apabila di cermati paruhnya telah ngak kilat.
apabila waktu anda pilih di antara banyak burung yang ada didalam satu sangkar, janganlah terlampau dekat dengan sangkarnya dulu. ambillah lebih dari satu langkah ke belakang serta cermati tingkah laku si burung merpati dari terlalu jauh. yang harus anda cermati yaitu burung sebagai raja di dalam sangkar, atau yang mempunyai sifat sangat domininan
pelajari ciri-ciri pada induk pejantan serta induk betina
induk pejantan umumnya mempunyai paruh yang lebih tidak tipis, lehar semakin besar, kepala yang lebih panjang serta besar. bulu di sekitar lebih yang mengkilap. apabila didekatkan burung lain pejantan/betina lain dia akan bekur ( berkutut )

cara beternak burung merpati juga gampang-gampang sulit sesungguhnya. ada dua metode di sini, yang pertama sistim kurung. lantas burung merpati itu nga sempat terlepas atau keluar dari sangkar nya. langkah ini tidak demikian maksimal apabila dipilih saat menternakan burung merpati. karna burung merpati yaitu burung yang senang bersosialisai lewat terbang serta mondar-mandir. namun apabila ini langkah yang paling akhir dipilih metode ternaknya, upayakan sangkar nya di perbesar.

sistim lepas kandang.
untuk yang baru beli burungnya dari pasar burung ngak bisa segera terlepas. kurung serta kasih makan burung nya dahulu sepanjang sekian hari di dalam kandang. berikut sayap burung disalasiban/di lakban/di lem isolasi. barulah burung terlepas didalam kondisi sayap dilem ( upayakan janganlah mengakibatkan kerusakan bulu sayapnya waktu me-lem ataupun buka lemnya ). biarlah burung keluar sendiri dari sangkar untuk pertama kali. waktu malam tiba, apabila si burung telah tau langkah pulang sendiri kerumah barunya bermakna ada kemajuan.

biarlah perihal ini berulang-ulang sepanjang beberpaa hari sampai sangat mungkin untuk terlepas ( panduan yg sangat safe yaitu waktu burung telah bertelur serta mengerami baru
terlepas )

buat mengawinkannya sendiri sesungguhnya ada tricknya, kumpulkan lebih dari satu burung merpati didalam kandang sepanjang 1 minggu, jadi akan terjadi pacaran anatar sesama burung merpati. pasangan yang telah jadi ini tak lagi berpisah apabila tidak diapa-apain atau satunya tiada. serta untuk lihat kapan waktunya burung merpati akan bertelur juga ada langkahnya. tersebut disini sinyal tanda burung merpati apabila akan bertelur. indukan pejantan akan berbentuk agresif serta membuntuti si burung betina kemana lalu ia terbang. senantiasa mengekor dibelakang si burung betina sampai tampak layaknya overprotect.

sebatas pengetan, waktu – waktu inilah burung merpati dapat di balapkan. langkahnya : tangkaplah siburung indukan saat memasuki kandang. pisahkan serta jangan sempat tampak oleh burung pejantan sepanjang lebih dari satu menit. lantas saat siburung jantan telah tampak sibuk/bingung melacak burung betina serta memanggil-manggil dengan nada khas khuuu khuuu keluarkan si burung betina. sijantan akan lengket ditangan

sesungguhnya saat menjodohkan burung merpati amatlah mudah, langkah langkah dalam cara beternak burung merpati:

tentukan burung merpati yang akan kita jodohkan, pastilah mesti yakinkan jantan serta betina. namun kadang-kadang burung sesama sejenispun juga dapat jodoh, namun amat jarang.
kandangkan burung jantan serta betina didalam satu kandang. semakin bagusnya tutup kandang ( gupon ) pada malam hari.
pada pagi hari mandikan burung serta jemur pada cahaya matahari. semakin bagus lagi bila burung jantan serta betina di pisahkan, namun masih didalam satu kandang.
sesudah kering masukkan burung didalam kandang lagi serta beri makan.
ulangilah lagi dari no 2 – 4 lebih kurang 3 hari jadi burung akan jodah serta disa untuk di templekkan.
bila telah jodoh ( templek ) jadi burung jantan dapat di lepas serta akan melacak bettinanya ( its itu yang namanya burung masih templek ( bhs jawa ) ) sampai burung bertelur.

buat membantu melindungi perkawinan siburung supaya lancar ada langkah’>cara-cara juga yang dapat kita kerjakan. apabila sinyal tanda akan bertelur telah tampak layaknya yang baru kusebutkan di atas, anda dapat sediakan kayu-kayuan kceil layaknya batang lidi, jerami, tali bekas yang kecil, atau apa saja yang sifatnya dapat di rangkai burung merpati lantas sarang. karna sepanjang musim bertelur tiba, burung merpati akan melacak benda-benda tersebut untuk dibikin alas telur untuk pengeramaan.

burung merpati cuma mengerami cuma lebih kurang 19-22 hari. itu waktu yang telah tentu nya. ngak seluruh telur dapat menetas juga. sangat banyak satu gunakan burung merpati cuma membuahkan 2 telur, 3 telur amatlah langka. waktu telur menetas kasihlah makan be-er atau jagung yang halus ke burung indukan, karna akan disuapi keanak-anaknya.

makanan yang sangat baik untuk merpati yaitu jagung serta kacang hijau. tetapi ada lebih dari satu kebiasaan yang melarang umatnya mengonsumsi atau membunuh burung merpati, terlebih menjualnya untuk disembelih. lantas, upayakan tidak berdagang burung merpati, membunuh, ataupun memakannya. karna burung merpati juga adalah rekan manusia layaknya kucing.
http://ternak-budidaya.com/

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/05/2013 07:29:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/05/2013 07:29:00 PM

CARA BUDIDAYA IKAN BAWAL


Cara beternak ikan bawal - saat ini cukup menjanjikan. Dengan melonjak nya permintaan ikan di pasar-pasar di daerah, membuat para peternak ikan bawal ini juga ikut melonjak.

Ikan bawal air tawar atau colossoma macropomum adalah salah satu ikan unggulan budi daya perikanan air tawar. Secara umum, Bawal terbagi menjadi dua jenis yaitu bawal putih dan hitam. Bawal putih dikatakan lebih tinggi permintaannya berbanding yang bawal hitam.

Usaha budidaya ikan bawal dimaksudkan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan ini dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur.

Jenis ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan dan kelebihanseperti:
Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik.
Rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.
Langkah-langkah cara beternak ikan bawal:

Persiapan Kolam untuk beternak ikan Bawal
Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi.

Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.

Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.

Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).

Pemilihan dan penebaran benih ikan bawal
Hanya dengan benih yang baik, ikan bawal akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam.

Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun.

Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam ikan secara perlahan-lahan.

Kualitas Pakan Dan Cara Pemberian Ikan Bawal
Hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral.

Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.

Pemungutan Hasil Ikan Bawal
Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2.

Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.
Sumber

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/05/2013 07:23:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/05/2013 07:23:00 PM

CARA BUDIDAYA AYAM BANGKOK

CARA BUDIDAYA AYAM BANGKOK
Sebenarnya sangatlah mudah, yang perlu diperhatikan dalam berternak ayam bangkok adalah pemilihan induk bangkok yang bagus, baik induk bangkok maupun pejantan bangkok. Untuk menghasilkan peranakan bangkok yang baik menurut Cara beternak ayam bangkoksebaiknya dalam pengawinan induk dan pejantan bangkok herus dalam keadaan sehat, karena jika dalam pengawinan tersebut salah satu diantaranya sakit atau mempunyai kelainan, bisa menyebabkan peranakan bangkok yang kurang bagus atau masih mempunyai kelainan yang menyerbabkan harga ayam tersebut terpengaruh atau lebih murah,maka dari itu lebih baik baca buku Cara beternak ayam bangkok atau beli CD.Cara beternak ayam bangkok. Setelah menbaca artikel Cara berternak ayam bangkok


Cara beternak ayam bangkok di antaranya adalah :
Pilih induk bangkok yang baik dan sehat.
Pilih Pejantan bangkok yang sehat dan permainan tarungnya yang bagus.
Siapkan kandang umbaran, perkawinan di kandang umbaran lebih baik dari pada di kandang dodogkan. Karena proses perkawinan lebih alami.
Kandang anak ayam bangkok sebaiknya di buat sebelum di kawinkan, agar saat menetas nanti, anak ayam bangkok siap dipindahkan.
Pakan induk dan anak ayam bangkok.Banyaknya jenis pakan ayam bangkok, lebih baik baca dulu cara pemberian pakan ayam bangkok sebelum di praktekkan.

Untuk tambahan pengetahuan buat pembaca artikel Cara beternak ayam bangkok ini, perlu diketahui bahwa saat ayam bangkok mulai mengengkrami telurnya, sedikit penyiraman air ke induknya saat mengengkrami membuat induk bangkok tersebut mau kawin lagi. Jadi telur yang dihasilkan dalam Cara beternak ayam bangkok bisa lebih banyak.

Hal itu dapat dilakukan sampai 3 kali menurut Cara beternak ayam bangkok, dengan catatan tidak boleh berlebihan dalam melakukannya. Karena akan membuat induk ayam tersebut tidak mau mengengkrami telurnya. Jangan lupa segera memindahkan atau mengambil anak ayam tersebut dari induknya, supaya induk ayam tersebut mau kawin lagi dan mulai mengengkrami telur yang baru. Pakan anak ayam bangkok menurut setelah nenbaca Cara beternak ayam bangkok tersebut juga perlu diperhatikan agar hasil tarung ayam tersebut berani diadu atau bernilai dalam aduan.
http://ternak-budidaya.com/

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/05/2013 07:20:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 4/05/2013 07:20:00 PM

Senin, 18 Maret 2013

CARA BUDIDAYA IKAN NILA


Ikan nila merupakan jenis ikan untuk konsumsi dan hidup di air tawar. Ikan ini cenderung sangat mudah dikembangbiakkan serta sangat mudah dipasarkan karena merupakan salah satu jenis iklan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari oleh Masyarakat. Dengan teknik budidaya yang sangat mudah, serta pemasarannya yang cukup luas, sehingga budidaya ikan nila sangat layak dilakukan, baik skala rumah tangga maupin skala besar atau perusahaan.

Karena begitu besarnya peluang yang dapat diperoleh dari budidaya ikan nila, sekaligus menindak lanjuti artikel sebelumnya, yaitu cara budidaya jamur tiram, maka kali ini blog Karo Cyber akan mempublikasikan cara budidaya ikan nila kepada Anda.

Cara Budidaya Ikan Nila
Cara budidaya ikan nila terdiri dari beberapa tahapan yang sangat penting untuk diketahui, yaitu mulai dari persiapan kolam, penerbaran benih ikan, pencegahan penyakit, dan masa pemanenan. Untuk mengetahi secara detail tentang langkah-langkah tersebut diatas, maka berikut akan diberikan penjelasannya secara spesifik kepada Anda.

1. Persiapan Kolam
Kolam adalah salah satu hal yang paling penting untuk membudidayakan ikan nila. Kolam sebagai tempat pembiakan ikan nila perlu dipersiapakan secara maksimal, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
Pengeringan kolam;
Perbaikan pematang, saluran pemasukkan dan pengeluaran;
Pengapuran dengan ukuran 25-1000 gram/m2;
Pemupukan dengan pupuk kandang 500 gram/ M2, urea 15 gram/ m2 dan TSP gram/ m2.;
Pengisian air kolam;
Dapat dilakukan penyemprotan dengan pestisida;
Untuk mencegah h.ewan/ ikan lain masuk, maka dapat dipasang saringan pada pintu masuk air;
Masukkan air sampai kedalaman 80 - 150 cm, kemudian tutup pintu pemasukkan dan pengeluarannya, biarkan air tergenang;
Penebaran Ikan Nila dilakukan setelah 5 - 7 hari pengisian air kolam.
2. Penerban Benih Ikan Nila
Setelah tahapan proses persiapan kolam terlaksana dengan baik, maka pada hari yang kelima samapai hari ketujuh setelah masa pengisian air kolam dilakukan akan dilakukan penebaran benih ikan nila. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ukuran benih ikan yang disebarkan hendaknya berukuran antara 8-12 cm atau dengan ukuran berat 30 gram/ekor dengan pada tebar sekitar 5-10 ekor/m2. Pemeliharaan ikan nila dilakukan selama 6 bulan atau hingga ukuran berat ikan nila sudah mencapai 400-600 gram/ekor.

3. Pemberian Makanan
Dalam pemberian makanan ikan nila diberikan setiap hari dengan komposisi makanan alami dan juga makanan tambahan. Makanan ikan nila ini bisa terdiri dari dedak, ampas kelapa, pelet dan juga sisa-sisa makanan dapur.

Umumnya pemberian pakan dilakukan dengan ukuran seperti berikut ini:
1. Protein 20-30%;
2. Lemak 70% (maksimal.);
3. Karbohidrat 63 - 73%.
4. Pakanyaberupa hijau-hijauan diantaranya adalah :
- Kaliandra
- Kalikina atau kecubung;
- Kipat
- Kihujan

4. Penyakit
Ikan nila pada umumnya dapat diserang oleh penyakit serius yang disebabkan oleh lingkan dan keadaan yang tidak menyenangkan, seperti populasi yang terlalu padat, kekurangan makanan, penanganan yang kuran baik dan sebagainya. Penanggulangan yang paling efektif dilakukan adalah dengan memberikan kondisi yang lebih baik pada kolam ikan tersebut.

Apabila sudah terjadi penyakit yang serius pada sebuah kolam ikan nila, maka semua upaya yang dilakukan akan terlambat dan sia-sia. Penyembuhan dengan memberikan antibiotic atau fungisida ke seluruh kolam memerlukan biaya yang cukup mahal.

Untuk mengatasi hal ini, maka salah satu hal yang paling umum dilakukan adalah melakukan pencegahan akan lebih murah dibandingkan dengan melakukan pengobatan, yaitu dengan jalan lain melakukan pengeringan pada kolam dan melakukan penyiapan dari permulaan.

5. Pemanenan Ikan Nila
Masa pemanenan ikan nila sudah dapat dilakukan setelah masa pemeliharaan 4 - 6 bulan. Ikan nila pada usia 4-6 bulan pemeliharaan akan memiliki berat yang bevariasi, yaitu antara 400-600 gram/ekor.

Bila ukuran berat dari masing-masing ikan dirasa belum maksimal, maka pemanenan bisa juga dilakukan dengan sistem bertahap, dimana hanya dipilih ukuran konsumsi (pasar). Pada tahap pertama dengan menggunakan jaring dan setiap bulan berikutnya secara bertahap.

Untuk melakukan pemanenan secara mudah bisa juga dilakukan dengan cara mengeringkan kolam secara total atau sebagian. Bila ikan dipanen secara keseluruhan, maka kolam dikeringkan sama sekali. Akan tetapi apabila akan memanen sekaligus maka hanya sebagian air yang dibuang.

Demikianlah informasi mengenai cara budidaya ikan nila yang bisa disampaikan kepada Anda.
Semoga bermanfaat.
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/18/2013 06:59:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/18/2013 06:59:00 PM

CARA BUDIDAYA BURUNG PUYUH


Sebelum memulai ternak budidaya burung puyuh ada hal - hal yang harus di perhatikan:
1.Mempunyai Minat
2.Mempersiapkan Lokasi yang aman tidak mengganggu lingkungan sekitar
3.Berani menaggung untung dan rugi
4.Tekun

Cara Pemeliharaan Burung Puyuh
Pertama pembuatan tempat Pengopenan pada saat burung puyuh masih berusia 0 hari.Di sini kami menggunakan kapasitas burung puyuh 500 ekor yaitu dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang 2 meter tinggi 0,5 meter,alasnya menggunakan kawat Ram-raman di atasnya di beri 5 lembar koran agar udara tdak bisa keluar dan di ambil 1 minggu sekali agar tidak terjadi penumpukan kotoran.

Di dalam Tempat open di beri penerangan lampu neon dan tidak boleh mati sampai 1 minggu,Untuk suhu udara di dalam tempat open 30'- 40'.Pemberian minum dibersihkan setiap hari dan unuk pemberian makan tidak boleh sampai telat artinya di dalam tempat open tersebut tidak boleh sampai tidak da makanan.Biarkan bibit puyuh di dalam pengopenan sampai usia 30 hari.
Kemudian pindahkan ke tempat kandang petelur,ganti makanannya dengan puyuh petelur atau kosentrat .Pemberian makanan sehari 2 kali pagi dan sore untuk pagi 5 kg dan sore 5 kg.Pemberian minum 5 liter air diberi vitamin 3 sendok kecil ukuran maksimalnya.Di perkirakan usia telur awal 45 hari sudah mulai bertelur dan batas afkhir atau sudah tidak berproduksi telur tidak terbatas sampai kalkulasi harga telur antara keuntungan dan kerugian.

Cara pemasaran
Untuk pemasaran telur puyuh bisa di jual sendiri atau di jual di tengkulak dan harga telur sesuai dengan harga pasar.Peletakkan pengiriman telur diletakkan di tree atau karton kerdus yang isinya 1 Tree 90 butir,di tempatkan pada tempat yang kering tidak boleh terkena sinar matahari.Telur bisa bertahan sampai 10 hari.
untuk pemasaran daging bisa di jula sendiri atau di jual di tengkulak harga mengikuti pasar.

Kalkulasi perhitungan pakan dan hasil keuntungannya
Misalnya : Selama 5 hari jumlah puyuh 500 ekor bisa menghasilkan telur sekitar 2200 butir harga Rp.170/butir dan menghabiskan pakan 1 sak dengan harga Rp.185.000 dan untuk minumnya Rp 16.000 jadi Perhitungannya
2200 x 170 - 185.000 - 16.000 = 173.000 (keuntungan bersih)

Semoga bermanfaat !
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/18/2013 07:46:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/18/2013 07:46:00 AM

Minggu, 17 Maret 2013

CARA BUDIDAYA AYAM PEDAGING


1. SEJARAH SINGKAT

CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.

2. SENTRA PERIKANAN
CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi

3. JENIS
CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Sebab semua jenis strain yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama.Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tidak menyolok atau sangat kecil sekali. Dalam menentukan pilihan strain apa yang akan dipelihara, peternak dapat meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

4. MANFAAT
CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
Manfaat beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi:

1. penyediaan kebutuhan protein hewani
2. pengisi waktu luang dimasa pensiun
3. pendidikan dan latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja
4. tabungan di hari tua
5. mencukupi kebutuhan keluarga (profit motif)


5. PERSYARATAN LOKASI
CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
1. Lokasi yang cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
2. Lokasi mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.
3. Lokasi terpilih bersifat menetap, artinya tidak mudah terganggu oleh keperluan-keperluan lain selain untuk usaha peternakan.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Perkandangan
Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi:
* persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C,
* kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada,
* tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam,
* untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray.
* Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama.
2. Peralatan
1. Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
2. Indukan atau brooder
Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
3. Tempat bertengger (bila perlu)
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
4. Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus
5. Alat-alat rutin
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.
2. Pembibitan
Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
2. pertumbuhan dan perkembangannya normal
3. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
4. tidak ada lekatan tinja di duburnya
1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day OldChicken)/ayam umur sehari:
1. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
4. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
5. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
6. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
2. Perawatan Bibit dan Calon Induk
Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah yang bersangkutan.
3. Pemeliharaan
1. Pemberian Pakan dan Minuman
1. Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).
1. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
* kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
* kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.
2. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
* kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
* kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu:
o minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor,
o minggu ke-6 (umur 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,
o minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan
o minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor.
Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.
2. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
1. Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
2. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
2. Pemeliharaan Kandang
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

7. HAMA DAN PENYAKIT
CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
1. Penyakit
1. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
Pengendalian:
1. menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering;
2. dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.
2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
Pengendalian:
1. menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang;
2. pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.
2. Hama
1. Tungau (kutuan)
Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus.
Pengendalian:
1. sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik; pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat;
2. dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.

8. PANEN
CARA BETERNAK AYAM RAS PEDAGING - AYAM BROILER
1. Hasil Utama
Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging ayam
2. Hasil Tambahan
Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran kandang dan bulu ayam.

9. PASCAPANEN

1. Stoving
Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya ditempatkan di kandang penampungan (Houlding Ground)
2. Pemotongan
Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal ini agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
3. Pengulitan atau Pencabutan Bulu
Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas (51,7- 54,4°C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik. Bulu-bulu yang
halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar dengan nyala api biru.
4. Pengeluaran Jeroan
Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan ampela) dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada daging siap
dimasak dalam kemasan terpisah.
5. Pemotongan Karkas
Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai. Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih, kaki ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan dan dikemas.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

1. Analisis Usaha Budidaya
Dasar perhitungan biaya

yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dalam analisis ini, antara lain adalah:
1. jenis ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari strain CP.707.
2. sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang model postal
3. luas tanah yang digunakan yaitu 200 m 2 dengan nilai harga sewa tanah dalam 1 ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-.
4. kandang terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari bilah-bilah bambu denga alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu bata yang plester dan atap menggunakan genting.
5. ukuran kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m dan lebar bagian tepi kandang 1,5 m.
6. lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
7. menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
8. penerangan dengan lampu listrik.
9. umur ayam yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari
10. litter/alas kandang menggunakan sekam padi.
11. jenis pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu dan BR-2 untuk umur 4-6 minggu.
12. tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.
13. lama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
14. berat rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat panen.
15. harga ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 2500,-, walau kisaran harga sampai mencapai Rp 3000,- ditingkat peternak/petani.
16. ayam dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.
17. nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.
18. bunga Bank yaitu 1,5%/bulan
19. nilai penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6 tahun dan nilai penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa pakai 5
tahun.
20. perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman dasar, karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.
Adapun rincian biaya produksi dan modal usaha tani adalah sebagai berikut :
1. Biaya prasarana produksi
1. Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan---------------Rp. 20.000,-
2. Kandang ukuran 20 x 5 m
* Bambu 180 batang @ Rp 1250,--------------Rp. 225.000,-
* Semen 4 zak @ Rp 7000,--------------------Rp. 28.000,-
* Kapur 30 zak @ Rp 6000,-------------------Rp. 18.000,-
* Genting 2600 bh @ Rp 90,-------------------Rp. 234.000,-
* Paku reng 5 kg @ Rp 2000,------------------Rp. 10.000,-
* Paku usuk 7000 kg @ Rp 1800, -------------Rp. 12.600,-
* Batu bata 1000 buah @ Rp 55,---------------Rp. 55.000,-
* Pasir 1 truk -----------------------------------Rp. 230.000,-
* Tali 28 meter @ Rp 5000, --------------------Rp. 14.000,-
* Tenaga kerja ----------------------------------Rp. 400.000,-
3. Peralatan
* Tempat pakan 28 bh @ Rp 5000, ------------ Rp. 140.000,-
* Tempat minum 32 bh @ Rp 3880, ------------ Rp. 124.000,-
* Sekop 1 bh ----------------------------------- Rp. 7.000,-
* Ember 2 bh @ Rp 2000, ---------------------- Rp. 4.000,-
* Tong bak air 1 bh ----------------------------- Rp. 15.000,-
* Ciduk 2 bh @ Rp 500, ------------------------ Rp. 1.000,-
* Tabung gas besar 1 bh ------------------------- Rp. 250.000,-
* Thermometer 1 bh ----------------------------- Rp. 2.000,-
* Regulator 1 bh --------------------------------- Rp. 52.500,-
* Brooder (gasolec) 1 bh ------------------------ Rp. 15.000,-
* Tali gantung tmp pakan 120 m @Rp 500,- ----- Rp. 60.000,-
Jumlah biaya prasarana produksi --------------- Rp. 2.052.000,-
2. Biaya sarana produksi
1. Bibit DOC 1000 bh @ Rp 900,- -------------------- Rp. 900.000,-
2. Pakan dan obat-obatan
* BR-1 31 zak (0-4 minggu) @Rp 36.000, ------- Rp. 1.116.000,-
* BR-2 34 zak (4-6 mingu) @ Rp 34.000, -------- Rp. 1.156.000,-
* obat-obatan @ Rp 150,-/ekor ------------------ Rp. 150.000,-
3. tenaga kerja pelihara 1,5 bln @ Rp 105.000,- -------- Rp. 157.500,-
4. Lain-lain ---------------------------------------------- Rp. 10.000,-
* sekam padi alas kandang 1 truk @Rp 60.000,- -- Rp. 60.000,-
* karung goni bekas 32 kantong @ Rp 300,- ------ Rp. 2.400,-
* pemakaian listrik selama 0-6 minggu ------------- Rp. 7.000,-
* pemakaian gas ----------------------------------- Rp. 35.000,-
Jumlah biaya produksi --------------------------- Rp. 3.583.900,-
3. Biaya produksi
1. Sewa tanah 200 m 2 selama 2 bulan ------------------ Rp. 20.000,-
2. Nilai susut prasarana produksi/2 bln
* kandang ----------------------------------------- Rp. 51.109,-
* Peralatan Rp 805.660,- : 30 --------------------- Rp. 26.856,-
3. Bibit DOC 1000 ekor --------------------------------- Rp. 900.000,-
4. Pakan dan obat-obatan -------------------------------- Rp. 2.422.000,-
5. Tenaga kerja ------------------------------------------- Rp. 157.500,-
6. lain-lain ------------------------------------------------ Rp. 104.400,-
7. Bunga modal 1,5% per bulan --------------------------- Rp. 84.543,-
8. Bulan modal 1,5 bulan --------------------------------- Rp. 126.815,-
Jumlah biaya produksi ---------------------------------- Rp. 3.808.680,-
4. Pendapatan
1. Total produksi 1000X94%X1,75 kg X Rp 2500,- ----- Rp. 4.112.500,-
2. Nilai Pupuk kandang ----------------------------------- Rp. 60.000,-
3. Jumlah pendapatan ------------------------------------- Rp. 4.172.500,-
4. Keuntungan -------------------------------------------- Rp. 363.820,-
5. Parameter kelayakan usaha
1. BEP Volume Produksi = 870 ekor
2. BEP Harga Produksi Rp. 3.316.000,-
3. B/C Ratio = 1,09
4. ROI = 6,45 %
5. Rasio keuntungan terhadap pendapatan = 8,71 %
6. Tingkat pengembalian modal = 2,6 th.
2. Gambaran Peluang Agribisnis
Prospek agribisnis peternakan untuk ternak ayam broiler cukup baik dimana permintaan pasar selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi hewani. Produksi ternak ayam broiler saat ini berkembang dengan pesat dan peluang pasar yang bisa dihandalkan.

11. DAFTAR PUSTAKA

1. Muhammad Rasyaf, Dr.,Ir. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Penebar Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.
2. Cahyono, Bambang, Ir.1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/17/2013 11:15:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/17/2013 11:15:00 AM

CARA BUDIDAYA IKAN GURAME


ikan gurami sudah dibudidayakan sejak jaman dahulu. Karena rasanya yang begitu lezat, ikan gurami saat ini difavoritkan sebagai makanan utama di rumah makan dan masyarakat sekitar. Banyak pembudidaya ikan gurami dari dalam jawa maupun luar jawa terutama di Indonesia sendiri.

Cara Berternak Ikan Gurame sangat digemari masyarakat karena harganya yang mahal dan budidaya yang tidak sulit. Banyak cara budidaya tentang perawatan ikan gurami yang tersaji di berbagai media. Di Blog ini saya akan mengupas cara budidaya ikan gurami yang benar, ada tahap beberpa sebagai berikut.

Cara Berternak Ikan Gurame
Induk yang akan dipilih
Ciri -ciri ikan gurami yang akan dipilih memiliki kriterial sebagai berikut.
- Perut membesar kearah belakang
- Anus akan nampak putih kemerahan
- Jika perut diraba akan terasa lembek

Kolam yang harus dipersiapkan
- Luas kolam 200 – 300 m persegi
- Kedalaman kolam 1 – 1,5 m
- Kedalaman air 0,7 – 1,0 m
- Pada saluran pemasukan dipasang saringan kasa plastik
- Pada pintu pengeluaran dibuat monik

Cara Berternak Ikan Gurame
Proses pemijahan
- Pemasukan induk yang sudah lolos seleksi
- Perbandingan jantan dan betina adalah 1:3
- Setelah seminggu induk jantan akan membuat sarang
- Pada hari ke-15 induk akan memijah

Cara Berternak Ikan Gurame
Ciri -ciri sarang berisi telur
- Sarang atau sosog sudah tertutup penuh oleh injuk
- Sarang akan ditunggui oleh induk betina

Penanganan benih
Pengambilan telur, Alat :
- Ember yang berisi air
- Scope net
Caranya
1. Sarang yang berisi telur diambil dan disimpan pada ember yang berisi air
2. Bila ada yang tercecer di kolam telur diambil dengan menggunakan scope net
3. Bawa telur ke ruang penetasan
4. Keluarkan telur dari sarangnya sedikit demi sedikit. Telur yang terlepas diambil dan
masukkan kedalam ember berisi air yang telah disediakan sebelumnya
6. Bila masih ada telur yang menempel, kibas-kibaskan bagian injuk tersebut dengan
hati-hati maka telur akan terlepas
7. Kemudian telur dicuci dengan air bersih sebanyak 3 kali
8. Pada saat mencuci tambahkan Mb atau Mg untuk mencegah terhadap serangan hama
penyakit.
9. Telur yang sudah dicuci lalu dimasukan kedalam bak penetasan yang telah dipasang
serasi dan hitter

Cara Berternak Ikan Gurame
Pemeliharaan dan penetesan
- Air dalam bak penetasan harus bersih Kedalaman air 20 cm
- Telur yang tidak dibuahi atau tidak menetas harus dibuang
- Telur akan menetas setelah 2 – 3 hari dengan suhu 27 -28 0C
- Larva berada pada bak penetasan selama selama 10 hari
- Setelah itu dipindahkan kedalam bak pendederan

Siapkan bak pendederan
Bak pendederan dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m isi larva 2000 ekor, dan bak pendederan
dipersiapkan 2 – 3 hari sebelum ditanami larva.

Tahap-tahap persiapan bak pendederan
- Bak dibersihan dan dikeringkan
- Pemupukan dengan pupuk kandang
- Pengapuran
- Pemasukan air dan diendapkan selama 1 hari
- Penanaman benih dapnia
- Pemasangan aerator

Penanaman benih
- Penanaman benih benih dilakukan setelah persiapan selesai.
- Selama di bak pendederan benih hanya diberi pakan alami berupa dapnia
- Benih berada dalam bale pendederan sampai 14 hari dari penanaman

Pemeliharaan benih
Dalam pemeliharaan benih ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Mengamati keadaan air
- Penambahan pupuk kandang

Pemanena benih
Pemanenan di lakukan pada pagi hari antara jam 07 – 09.00. Siapkan
- Wadah berisi air dan beraerasi
- Scope net
Caranya :
1. Air dikeluarkan sedikit demi sedikit
2. Penangkapan benih dilakukan dengan scope net
3. Simpan benih hasil tangkapan pada wadah yang beraerasi, pads pemanenan air jangan
sampai keruh dan saluran pengeluaran dipasang saringan, dan setelah selesai bak
dibersihkan dan disiapkan untuk pendederan berikutnya.
SUMBER

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/17/2013 11:06:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/17/2013 11:06:00 AM