Tampilkan postingan dengan label PENCIPTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENCIPTA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2015

Biografi Ismail Marzuki

Biografi Ismail Marzuki
Ismail Marzuki (lahir di Kwitang, Senen, Batavia, 11 Mei 1914 – meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, 25 Mei 1958 pada umur 44 tahun) adalah salah seorang komponis besar Indonesia. Namanya sekarang diabadikan sebagai suatu pusat seni di Jakarta yaitu Taman Ismail Marzuki (TIM) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Ismail Marzuki lahir dan besar di Jakarta dari keluarga Betawi.

Kontribusi bagi Musik Indonesia
Lagu ciptaan karya Ismail Marzuki yang paling populer adalah Rayuan Pulau Kelapa yang digunakan sebagai lagu penutup akhir siaran oleh stasiun TVRI pada masa pemerintahan Orde Baru.

Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan pada tahun 1968 dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat. Pada tahun 2004 dia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia.
Ia sempat mendirikan orkes Empat Sekawan. Selain itu ia dikenal publik ketika mengisi musik dalam film Terang Bulan.

Kontroversi pencipta lagu Halo, Halo Bandung
Ismail Marzuki selama ini diyakini sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai pencipta lagu Halo, Halo Bandung yang terkenal. Lagu tersebut menggambarkan besarnya semangat rakyat Bandung dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Namun sebenarnya siapa pencipta lagu tersebut yang sebenarnya masih diperdebatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Ismail Marzuki selama ini diyakini sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai pencipta lagu Halo, Halo Bandung yang terkenal. Lagu tersebut menggambarkan besarnya semangat rakyat Bandung dalam peristiwa Bandung Lautan Api. Namun sebenarnya siapa pencipta lagu tersebut yang sebenarnya masih diperdebatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.


  • Aryati
  • Gugur Bunga
  • Melati di Tapal Batas (1947)
  • Wanita
  • Rayuan Pulau Kelapa
  • Sepasang Mata Bola (1946)
  • Bandung Selatan di Waktu Malam (1948)
  • O Sarinah (1931)
  • Keroncong Serenata
  • Kasim Baba
  • Bandaneira
  • Lenggang Bandung
  • Sampul Surat
  • Karangan Bunga dari Selatan
  • Selamat Datang Pahlawan Muda (1949)
  • Juwita Malam
  • Sabda Alam
  • Roselani
  • Rindu Lukisan
  • Indonesia Pusaka
https://id.wikipedia.org
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 07:44:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 07:44:00 PM

Biografi Kusbini

Biografi Kusbini
R. Kusbini di Djantoeng Hati Pertjatoeran Doenia, November 1941.
Kusbini (lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 1 Januari 1910 – meninggal di Yogyakarta, 28 Februari 1991 pada umur 81 tahun) adalah tokoh musik kroncong era 1930 - 1955 yang legendaris, bersama Annie Landouw, Gesang, S. Abdoellah, Miss Roekiah, dll.

Latar belakang
Ia lahir di Desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur. Pada era "Keroncong Abadi" (1920 - 1960), ia merupakan tokoh penyanyi dan komponis Indonesia. Pada era sekitar tahun 1937 - 1942 ia aktif dalam menyanyi dan main musik keroncong bersama Annie Landouw, S. Abdoellah, Gesang. Pada masa Hindia Belanda ia menuliskan kembali (transkrip) lagu keroncong Telomoyo, Moresko, Nina Bobo, dll. Namun juga mencipta lagu Kr. Purbakala.

Tahun 1942 - 1978
Pada tahun 1945 - 1952 menciptakan lagu perjuangan bersama C.Simanjuntak, Ismail Marzuki, L. Manik, dll. Tahun 1950 ia kemudian bekerja di P&K Yogyakarta untuk urusan musik. Ia juga merupakan tokoh pendiri SMINDO 1954 (Sekolah Musik Indonesia Yogyakarta milik Pemerintah - yang kemudian menjadi AMI dan ISI Yogyakarta). Selain itu, ia mendirikan SOSI (Sekolah Olah Seni Indonesia) yang sekarang diasuh dan diteruskan oleh anak-anaknya. Lagunya "Bagimu Negeri" merupakan lagu wajib perjuangan yang diciptkannya pada tahun 1942 dan ditetapkan sebagai lagu nasional pada tahun 1960. Awal penciptaan lagu tersebut bermula ketika Kusbini bertemu dengan Bung Karno yang bertanya padanya mengenai gagasan menciptakan sebuah lagu perjuangan dan saat itu juga Kusbini langsung menyetujuinya. Kusbini mengartikan " Negeri " sebagai Negara (Neg), ia sengaja menyelebungkan pesan perjuangan ini karena Jepang tidak menyukai segala hal yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan. Sebelum dikumandangkan secara resmi, lagunya itu mengalami perubahan syair beberapa kali kemudian Ibu Sud menyanyikannya untuk pertama kali melalui Hoso Kanri Kyoku.

Pada tahun 1978 Kusbini digugat oleh J. Semedi yang mengaku sebagai pencipta lagu Padamu Negeri saat itu Kusbini dituduh membajak. Perkara ini sempat menimbulkan suasana rumit (polemik) di pengadilan, namun akhirnya berakhir dengan kemenangan Kusbini.

Pemilihan bintang radio
Pada tahun sekitar 1952 - 1956, pihak RRI (Radio Republik Indonesia) menyelenggarakan Pemilihan Bintang Radio dan juga Lagu Keroncong, ia memenangkan pemilihan lagu keroncong, yaitu Kr. Pastoral.

Dimasa - masa tuanya Kusbini menulis beberapa buku, antara lain :
Kumpulan lagu - lagu keroncong Indonesia
Sejarah seni musik keroncong Indonesia
Diktat gitar
Diktat vokal
Teori musik
Diktat viool, dan
Pelajaran bass

Disamping hal tersebut beberapa penghargaan yang diterima yaitu:
Pembina Musik Keroncong Indonesia (P dan K tahun 1972)
Medali Arati Bayangkara (dari Korwil II, tahun 1976)

Memang tidak banyak yang tahu tentangnya, sehingga ia meninggal tidak banyak yang tahu jasanya sebagai tokoh musik di Indonesia dan penulis buku terutama yang menyangkut tentang musik. Namun setelah ia meninggal Pemda Yogyakarta memberi nama Jl. Jetishardjo menjadi Jl. Kusbini. TV Yogyakarta baru-baru ini membuat film pendek mengenai riwayat hidupnya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Kusbini
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 06:42:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 06:42:00 AM

Biografi Wage Rudolf Supratman

Lahir dan Masa Kecil

WR Soepratman atau Wage Rudolf Soepratman dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1903 tepatnya hari Senin Wage, di Jatinegara Jakarta. Tapi ada pula versi yang menyebutkan kelahirannya adalah tanggal 19 Maret. Ia adalah anak dari seorang sersan di Batalyon VIII yang bernama Senen. WR Soepratman adalah tujuh bersaudara. Salah satu kakaknya yang juga ikut menorehkan sejarah kesuksesan beliau adalah Roekijem yang bersuamikan seorang Belanda yang bernama Willem van Eldik.

Ketika WR Soepratman berumur 11 tahun, ia ikut kakaknya Roekitjem yang berdomisili di Makassar. WR Soepratman kemudian disekolahkan oleh kakak iparnya.

WR Soepratman kemudian mendalami bahasa Belanda selama 3 tahun yang kemudian berlanjut ke Normaalschool. Pada tahun 1923 yaitu ketika WR Soepratman telah menamatkan pendidikannya, ia lalu menjadi guru di Sekolah Angka 2. Pada tahun 1925, ijazah Klein Ambtenaar miliknya keluar.

Setelah keluar dari guru di Sekolah Angka 2, WR Soepratman kemudian bekerja di sebuah perusahaan dagang yang di Ujung Pandang. WR Soepratman kemudian beralih profesi menjadi wartawan surat kabar Kaoem Moeda di Bandung yang kemudian berpindah ke surat kabar Sin Poo di Jakarta. Pada saat itulah, WR Soepratman banyak bergaul dengan tokoh pergerakan nasional dan dirinya mulai tertarik dengan pergerakan nasional.

Dari hubungannya dengan tokoh-tokoh nasionalis tersebut, timbullah rasa benci terhadap Belanda yang kemudian ia tuliskan rasa tidak senang itu di sebuah buku karangannya yang berjudul Perawan Desa. Buku itu memberikan inspirasi banyak orang agar bersatu untuk melawan Belanda sehingga buku tersebut dilarang beredar oleh Belanda.

WR Soepratman kemudian berpindah tugas di kota Singkang, namun kemudian WR Soepratman mengundurkan diri dari wartawan dan pulang kembali ke rumah kakaknya, Roekitjem di Makassar.

Roekitjem adalah seorang yang ahli bermain musik biola dan sandiwara. Banyak hasil kreasinya baik itu musik biola atau sandiwara yang kemudian dipentaskan di mes militer. Keahlian sang kakak ini kemudian menarik minat WR Soepratman akan musik. Beliau akhirnya banyak belajar musik dari sang kakak dan membaca buku-buku musik milik kakaknya. Beliau juga diajari musik oleh kakak iparnya yaitu suami Roekitjem. WR Soepratman menunjukkan kemajuannya dalam bermain musik, beliau bahkan sudah bisa menggubah lagu. Suatu hari, WR Soepratman membaca suatu majalah yang bernama majalah Timbul yang isinya menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Mengetahui hal ini, WR Soepratman merasa tertantang untuk ikut menciptakan karya luhur tersebut. WR Soepratman lalu menggubah lagu yang kemudian pada 1924 terciptalah lagu “Indonesia Raya” karyanya.
Pada tahun 1928 bulan Oktober, diadakanlah Kongres Pemuda II dimana para tokoh pergerakan nasional dan perwakilan para pemuda seluruh Indonesia berkumpul untuk menyatukan visi mencapai Indonesia Merdeka. Di situ WR Soepratman juga hadir dan pertama kalinya beliau memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental dengan biola (tanpa syair). Mengapa dikumandangkan lagu Indonesia Raya itu secara instrumental? Hal ini adalah usulan Soegondo Djojopuspito, salah satu tokoh pergerakan nasional, dengan alasan menjaga situasai politik dan kondisi saat itu. Banyak hadirin terpukau dengan lagu itu. Lagu tersebut telah berhasil mewakili keinginan rakyat Indonesia untuk segera merdeka dari Belanda.

Sesudah kongres itu, lagu Indonesia raya selalu diperdengarkan di kongres politik dan kongres nasional lainnya.

Belanda begitu khawatir akan efek persatuan yang ditimbulkan oleh lagu itu. Akhirnya Belanda selalu memburu WR Soepratman yang telah menciptakan lagu tersebut. Karena selalu menghindar dari kejaran polisi Belanda, W Soepratman akhirnya kelelahan dan jatuh sakit di Surbaya. WR Soepratman juga menciptakan lagu “Matahari Terbit” pada tahun 1938, ia kemudian menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu NIROM di jalan Embong Malang yang akhirnya membuatnya benar-benar ditangkap oleh Belanda dan dijebloskan di penjara Kalisosok Surabaya.

Kesehatannya yang menurun drastis ditambah tekanan fisik serta psikis karena diburu oleh Belanda membuat WR Soepratman akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia pada hari Rabo Wage, tanggal 17 Agustus 1938. Beliau meninggal dunia tepatnya di Jl Mangga no 21 Surabaya dan dimakamkan secara Islam di Makam Umum Kapasan, Jl. Kenjeran Surabaya.

Makam WR Supratman
WR Soeprtman telah berjasa dalam membuat lagu yang bisa menyatukan rakyat Indonesia dan memberikan kobaran semangat demi terciptanya Indonesia Merdeka. Namun WR Sepratman sendiri tak sempat menghirup udara kemerdekaan karena keburu meninggal. Beliau tidak pernah menikah dan memiliki anak bahkan anak angkat sekalipun. Hidupnya diabdikan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui lagu.
Sebelum meninggal, WR Soepratman sempat menulis sebuah surat yang berisi seperti berikut :

“Nasipkoe soedah begini. Inilah yang di soekai oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biar saja meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Yang artinya : “Takdirku memang begini. Inilah yang diinginkan pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saya meninggal, Indonesia pasti merdeka”.

Selain Indonesia Raya dan Matahari Terbit, WR Soepratman juga menciptakan lagu-lagu perjuangan lainnya. Berikut ini adalah lagu-lagu karya beliau :

Kebangsaan Indonesia Raya (1928),
Indonesia Ibuku (1928),
Bendera Kita Merah Putih (1929),
Raden Ajeng Kartini (1929),
Lagu Mars Kepanduan Bangsa Indonesia (1930),
Di Timoer Matahari (1931),
Mars Parindra (1937),
Mars Soerya Wirawan (1937),
Matahari Terbit (1938),
dan lagu Selamat Tinggal (1938) belum terselesaikan.

WR Soepratman juga mengarang buku-buku yang isinya mengajak untuk bersatu, seperti Perawan Desa, Darah Moeda dan Kaoem Panatik (1929).

Pada tanggal 26 Juni 1958 dikeluarkanlah Kepres No 44/1958 yang isinya menetapkan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Monumen Wr Supratman













Berikut ini adalah lirik lagu 

Indonesia Raya
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Semoga Bermanfaat
http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.co.id/
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 06:27:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 06:27:00 AM

9 Pencipta Lagu Wajib Dan Perjuangan Indonesia

1. Wage Rudolf Supratman.(1903-1938)

Pencipta lagu Kebangsaan Indonesia Raya 
setelah tergugah hatinya membaca surat kabar Fajar Asia. Artikel itu menyatakan ‘mana ada komponis bangsa kita yang mampu menciptakan lagu ‘Kebangsaan Indonesia’ yang dapat menggugah semangat rakyat. Setelah tidak lama kemudian ia berhasil menciptakan lagu Indonesia Raya sesudah berkonsultasi dengan Ketua Himpunan pelajar Indonesia A. Sigit, Sugondo Djoyo Puspito dan Monomutu. Setelah mendapat izin Ketua kongres pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 berkumandang pertamakalinya karya monumental lagu ‘Kebangsaan Indonesia Raya’ digedung Indonesische Club jalan Kramat 106 Jakarta, setelah ikrar sumpah pemuda. Betapa hebatnya lagu itu berkumandang hingga peserta kongres pemuda memberi sambutan luar biasa, Supratman menerima ucapan selamat dan pelukan dari rekan-rekannya. Sebagai karya monumental lambang negara pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah pembacaan teks proklamasi oleh Sukarno maka, lagu “kebangsaan Indonesia Raya’ berkumandang mengiringi sangsaka merah putih sebagai hari kemerdekaan RI di Pegangsaan Timur Jakarta. Atas jasa-jasanya menciptakan lagu ‘Kebangsaan Indonesia Raya’ pada tanggal 28 Oktober tahun 1953 almarhum W.R. Supratman menerima anugerah penghargaan Bintang Maha Putera Klas III dari Pemerintah RI. Kemudian guna mengenang hasil perjuangannya menciptakan lagu ‘Kebangsaan Indonesia Raya’ Hari kelahiran W.R. Supratman tanggal 9 Maret oleh pemerintah RI diperingati sebagai hari Musik Nasional.

2. Kusbini (1910-1991)

pencipta lagu Bagimu Negeri’ 
sebagai lambang simbolis penandatanganan sumpah jabatan Kepala negara dan para pejabat berbakti dan mengabdi kepada negara RI. Lagu ini diciptakan atas permintaan Sukarno untuk mengimbangi lagu-lagu propaganda Jepang yang marak saat itu. Kusbini bekerja sebagai pemain biola dan penyiar taman kanak-kanak bersama Ibu Sud di Radio Houso Kanri Kyoku. Menurut Ki Suratman tahun 1943-1944 pemerintah Jepang melarangmengumandangkan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ maka lagu ‘Bagimu Neg’ri diperdengarkan sebagai pengganti sementara lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Lagu ini memiliki peranannya dimasa revolusi Indonesia tahun 1945. Atas jasa-jasanya dibidang musik Kusbini memperoleh penghargaan piagam Anugerah Seni dari Pemerintah RI.


3. Cornel Simanjuntak (1920-1946)

pencipta lagu ‘Maju tak Gentar
asal mulanya lagu Maju putera-puteri Indonesia’ propaganda Jepang. Untuk mendukung revolusi tahun 1945 judul dan syairnya diubah oleh penciptanya seperti sekarang yang berkumandang memepringati HUT RI 17 Agustus setiap tahunnya. Lagu ini dimaksudkan untuk memotivasi rakyat perang semesta guna membangkitkan semangat membela tanah air, yang secara realitas sering ditampilkan potret pertempuran melawan sekutu dan Belanda yang tidak seimbang. Menurut Franz Seda dan Alex Rumambi lagu ini menjadi terkenal di front Tentara Pelajar Yogyakarta yang mampu membakar semanagat pejuang di medan pertempuran. Lagu ‘Maju tak Gentar’ menggambarkan keberanian rakyat dengan perlengkapan seadanya melawan Belandayang bersenjatakan lengkap dan modern, tapi dengan jiwa semangat lagu ini mampu membangkitkan pejuang digaris depan.Atas jasa-jasanya pada pemerintah RI tahun 1961 menerima kehormatan piagam Satya lencana Kebudayaan, setingkat bintang Gerilya.


4. Ismail Marzuki (1913-1958)

prencipta lagu ‘Hallo-hallo Bandung
Lagu ini sangat populer dibawah kom…ando H.A. Nasution dengan sandi opersi Bandung rebut kembali 24 Maret 1946 melawan tentara Belanda dan Sekutu, atas jasa-jasanya pemerintah menganugerahkan penghormatan piagam Wijaya Kusuma dan pada tahun 2007 menerima tanda jasa Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah RI. Lagu ini bersifat lokal berskala nasional mampu menunjukan jati diri bangsa dengan gagah berani memotivasi perjuangan masyarakat Jawa Barat mengusir penjajah. lagu iniberkumandang setap peringatan HUT RI 17 Agustus setiap tahun dan memperingati Bandung Lautan Api setiap tanggal 24 Maret di Bandung.


5. Bintang Sudibyo atau Ibu Sud (1908-1993)
Pencipta Lagu Wajib Dan Perjuangan Indonesia
salah satu wanita nasionalisme pencipta lagu-lag perjuanga…n ‘Berkibarlah Benderaku’ dikumandangkan setiap 17 Agustus dalam rangka HUT RI. lagu ini diciptakan berdasarkan kisah nyata masa revolusi Indonesia 1945, setelah menyaksikan pengalaman Yusup Rono Dipuro pelaku sejarah rekaman teks proklamsi adalah pimpinan RRI yang mempertahankan sang saka merah putih berkibar dihalaman kantornya, meskipun dalam ancaman senjata para kaum penjajah. Atas jasa-jasanya dibidang musik tahun 2007 almarhumah Ibu Sud menerima anugerah penghargaan Bintang Budaya Paramadharma dari pemerintah RI. Selain itu Ibu Sud dikenal sebagai penyiar radio dan pencipta lagu anak-anak.




6. Liberty Manik (1924-1993)
Pencipta Lagu Wajib Dan Perjuangan Indonesia
pencipta lagu ‘Satu Nusa Satu Bangsa
seorang pemain biola, penyanyi, penyiar radio RRI Yogyakarta, penulis buku dan jurnalis majalah Arena pimpinan Usmar Ismail 1946. Lagu ini diciptakan setelah menyaksikan semangat perjuangan rakyat mempertahakan kemerdekaan, sehngga lagu ini berisi anjuran persatuan dan kesatuan bangsa. Lagu ‘Satu Nusa Satu Bangsa’ pertamakali diperdengarkan lewat siaran radio tahun 1947, ketika beliau bekerja di RRI Yogyakarta saat hangat-hangatnya agresi Belanda I. Atas jasa-jasanya dalam karya monumental dibidang musik tahun 2007 almarhum menerima penghargaan bintang Budaya Paramadharma dari pemerintah RI.



7. Husein Mutahar (1916-2004)
Pencipta Lagu Wajib Dan Perjuangan Indonesia
pencipta lagu ‘Syukur’ sejenis lagu himne puji syukur diciptakan dan dipe…rsiapkan untuk menyambut kemerdekaan RI yang ketika itu diduganya hampir tercapai.Lagu ini pertamakali dikumandangkan th 1946 di Istana Gedung Agung Yogyakarta. H. Mutahar tokoh utama pendiri gerakan Pramuka Indonesia, dan seorang perancangpaskibraka pertama kali di Indonesia yang beranggotakan pelajar dari berbagai daerah. H. Mutahar adalah mayor Laut ABRI,memiliki tanda jasa Bintang Gerilya tahun 1948-1949 dan Bintang Maha putera menyelamatkan bendera Pusaka dari tangan pendudukan Belanda di Yogyakarta.





8. DR. HC. Alfred Simanjuntak (1920)
Pencipta Lagu Wajib Dan Perjuangan Indonesia
Pencipta lagu ‘Bangun Pemudi Pemuda
berfungsi sebagai kontra prop…aganda Jepang wlaupun ia berprofesi sebagai guru hampir sepanjang hidupnya. saat menulis lagu ini di tahun 1943 ia bekerja sebagai guru sekolah rakyat sempurna Indonesia di Semarang, sebuah sekolah dengan dasar jiwa pratriotisme yang didirikan DR. Barder Djohan, Mr. Wongsonegoro dan Prada Harahap. Lagu ‘Bangun Pemudi Pemuda’ digubahnya dalam suasana batin seorang anak yang gundah di negeri yang terjajah. Ide lagu ini diangkat Ketika tahun 1945 rasa ingin merdeka kuat sekali bila bertemu kawan, pemuda saling berucap salam merdeka tutur Alfred Simanjuntak. Bahkan menurut pengakuannya, lagu tersebut nyaris mengancam jiwannya. Sebab gara-gara lagu yang dinilai patriotik itu, nama Alfred Simanjuntak masuk daftar orang yang dicari Kempetai Jepang untuk dihabisi karena lagunya dianggap kontra propaganda Jepang.Hingga saat ini lagu ‘Bangun Pemudi Pemuda masih tetap dikumandangkan setiap perayaan Kemerdekaan 17 Agustus.


9. Amir Pasaribu.

Pencipta lagu ‘Andika bayangkari
ialah seorang komponis dan pelopor musik klasik Ind…onesia. Mars defille ABRI ‘Andika Bhayangkari diperdengarkan pada detik-detik proklamasi 17 Agustus di Istana Negara. Amir Pasaribu telah berjasa dibidang musik sebagai tanda kehormatan Presiden RI Megawati Soekarno Putri pada tanggal 15 Agustus 2002 menganugerahi Bintang Budaya Paradharma.
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 06:17:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/07/2015 06:17:00 AM