Tampilkan postingan dengan label ASEAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASEAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

Kekuatan Militer RI Dimata 3 Jendral Nato

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu beberapa kali dalam pidatonya yang dihadiri Republika Online, sangat membanggakan kekuatan pertahanan NKRI. Kekuatan pertahanan tidak melulu tentang alutsista maupun kemampuan pasukan khusus TNI semata, melainkan pula meliputi semangat bela bangsa rakyat Indonesia.

Dengan jumlah penduduk 250 juta orang, menurut mantan KSAD tersebut, tidak ada satu pun negara yang berani mengganggu Indonesia. Dia menyebut, modal kekuatan itu tidak semata banyaknya jumlah penduduk, melainkan daya yang kuat dari seluruh elemen bangsa berupa siap membela negara.

Saya sampaikan kepada presiden, 250 juta penduduk, 100 juta saja kalau kita bangkit dan siap mati, tidak ada yang mampu melawan kita,” ujar Ryamizard. Kendati begitu, ia tetap meminta seluruh warga Indonesia meningkatkan semangat bela negara.

Ryamizard mengakui, kekuatan militer Indonesia tidak semata pada kecanggihan alutsista, melainkan juga sumber daya manusianya. “Man behind the gun. Ini bukan tentang alutsista saja,” ujarnya.

Menurut dia, komponen bela negara merupakan modal bagi Indonesia untuk terus tegak berdiri dalam menghadapi segala ancaman. “Kekuatan itu ditentukan manusianya. Alutsista canggih juga tergantung orangnya. Singapura itu alutsistanya tidak cukup ditaruh di sana sampai dititipkan ke Selandia Baru, Australia. Garasi kita kosong, tapi yang penting jiwanya terisi,” kata mantan panglima Kostrad tersebut.

Gabungan kekuatan militer dan komponen cadangan yang siap digerakkan kalau kedaulatan Indonesia terancam itu lah yang menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi ancaman luar. Kekuatan itu pula, kata Ryamizard, yang membuat tiga pensiunan jenderal pimpinan NATO dalam sebuah dialog dengan mahasiswa Universitas Dallas, AS, membicarakan ‘kekuatan tersembunyi’ yang negara ini.
Kekuatan Militer RI Dimata 3 Jendral Nato
Berikut percakapan lengkap acara tersebut yang dibanggakan Ryamizard:

Acara talk show di TV ABC 13, Texas yang bekerjasama dengan Universitas Dallas, Texas. Talk show dihadiri Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan US) serta Mahasiswa dari Universitas Dallas.

Ada seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang penempatan Marinir USA di Australia. Maka jawaban dari Jenderal tersebut cukup mencengangkan buat pemirsa semua…

Bertanya: “Apakah penempatan US MARINE berindikasi akan ada serangan USA ke Indonesia suatu saat nanti?”

Jenderal Peter Pace: ”Saat ini ada 3 kekuatan besar MARINIR dunia, dan Indonesia berada pada posisi ke 3.”
“Penempatan US MARINE hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara, jangan bermimpi USA berencana menyerang Indonesia meski USA pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin USA untuk menyerang Indonesia.”

Kekuatan Militer RI Dimata 3 Jendral Nato
Presenter TV ABC 13, Hannah, menambahkan pertanyaan : “USA pernah terlibat konflik di kawasan Asia Timur Jauh, kenapa Indonesia begitu diperhitungkan?”

Jenderal Tommy Franks: ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea, dan semua pemimpin USA sadar siapa dibalik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dgn kita.” “Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA.”

Jenderal Peter Pace : “Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia, pasukan kita sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia.”

Jenderal Tommy Franks: “Saat operasi pembebasan sandera di pesawat yang dibajak di Bangkok Thailand, Delta Force memantau operasi tersebut. Operasi berjalan sukses dan sangat efektif.”Hal lain yang tidak dimiliki oleh pasukan negara lain, anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang takkan didapat di pendidikan elite militer manapun, yakni pendidikan gerilya.”

Jenderal Mike Jackson: ”Doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika.”

“Meski Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia karena jika perang terjadi bukan hanya militernya ya g maju perang tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan.”

“SAS sudah pernah merasakan saat berhadapan dengan aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jadi jangan pernah anggap ringan dengan Indonesia,” ungkap Jenderal Mike Jackson.

Seorang mahasiswi juga bertanya tentang kekuatan Asia di mata Militer Internasional …Apa jawaban mereka? Lagi-lagi Indonesia jadi sorotan.

Jenderal Mike Jackson: “Indonesia dalam waktu dekat akan jadi sebuah negara yang militernya sangat besar dan sulit tertandingi.”

Jenderal Peter Pace: “Indonesia memiliki semuanya dan kalau itu diopersionalkan maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer.”

Jenderal Tommy Franks: “Sebagai orang yang pernah memimpin pasukan khusus, saya tahu banyak rahasia teknik militer yang tidak ditunjukkan dalam latihan perang bersama.”

“Ada satu pasukan khusus Indonesia yang jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu-satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan katanya terlengkap di dunia.”

“Kalau saat ini banyak negara terutama yang tergabung dalam NATO mengadakan hubungan dagang militer dengan Indonesia, itu sebuah kebijakan yang tepat, karena kalau tidak akan sangat membahayakan posisi NATO di Asia, karena Indonesia memiliki konsep Non Blok.”

“Ke depan saya harapkan tidak ada sanksi atau embargo yang dijatuhkan kepada Indonesia, karena itu dapat menimbulkan kerawanan di kawasan Asia tersebut.”
Republika.co.id
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/13/2015 07:07:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 10/13/2015 07:07:00 PM

Rabu, 09 September 2015

SEJARAH LAMBANG NEGARA INDONESIA BURUNG GARUDA


Lambang Negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Lambang Negara Indonesia berbentuk burung garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang di gantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu" ditulis diatas pita yang dicengkeram oleh Garuda.


Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat Tanggal 11 Februari 1950. Lambang negara Garuda Pancasila diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958.


Garuda muncul dalam berbagai kisah terutama di daerah Jawa dan Bali. Dalam berberapa kisah, Garuda menggambarkan kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan dan disiplin. Sebagai kendaraan Wishnu, Garuda juga memiliki sifat Wishnu sebagai pemelihara dan penjaga tatanan alam semesta. Dalam tradisi Bali, Garuda sangat dimuliakan, sebagai raja agung para burung. Di Bali ia biasanya digambarkan sebagai makhluk yang memiliki kepala, paruh, sayap dan cakar elang, tetapi memiliki tubuh dan lengan manusia. Biasanya digambarkan dalam ukiran yang halus dan rumit dengan warna cerah keemasan. Posisi mulia Garuda menurut tradisi Indonesia sejak jaman dahulu inilah yang menjadikannya sebagai simbo nasional Indonesia, sebagai perwujudan ideologi pancasila. Tidak hanya itu, Garuda juga dipilih sebagai nama maskapai penerbangan nasional Indonesia

Setelah perang kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949, disusul dengan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, dirasakan perlunya Indonesia (yang pada saat itu Republik Indonesia Serikat) untuk memiliki lambang negara. Lalu pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuklah Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah kordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantara, M A Pellaupessy, Moh. Natsir, dan RM Ng Poer Batjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada Pemerintah.

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam bukunya yang berjudul "Bung Hatta Menjawab" untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilihlah dua rancangan lambang negara yang terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar matahari, ini menggambarkan pengaruh Jepang didalamnya. Setelah rancangan terpilih, dialoh intensif antara Sultan Hamid II, Presiden RIS (Soekarno) dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan tersebut. Merka bertiga sepakat mengganti pita yang dicengkeram Garuda yang semula adalah pita merah putih, menjadi putih semua dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal Ika."

Pada tanggal 8 Pebruari 1950, rancangan lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II, diajukam kepada presiden Soekarno. Rancangan lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan kembali, karena adanya keberatan terhadap adanya gambar burung Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai. Ini dianggap terlalu bersifat mitologis. Lalu Sultan Hamid II pun kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila.

Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh. Hatta sebagai perdana menteri pada saat itu. Dalam bukunya berjudul "Sekitar Pancasila" yang diterbitkan oleh Departemen Pertahanan dan Keamanan, Pusat Sejarah ABRI, AG Pringgodigdo menyebutkan bahwa rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950. Ketika itu gambar bentuk kepala rajawali garuda pancasila masih gundul dan tidak berjambul seperti bentuk sekarang ini. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum pada tanggal 15 Februari 1950.

Pada tanggal 20 Maret 1950, Presiden Soekarno memerintahkan seorang pelukis istana bernama Dullah untuk melukis kembali rancangan tersebut, setelah sebelumnya juga telah diperbaiki dengan menambahkan jambul pada kepa Sang Garuda Pancasila, serta mengubah posisi cakar kaki yang mencengkeram pita dari semula di belakang ita menjadi di depan pita, atas masukan Presiden Soekarno. Dipercaya bahwa alasan Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda yang gundul terlalu mirip dengan Bald Eagle, lambang Negara Amerika Serikat.

Dan untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambahkan skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara tersebut. Rancangan Garuda Pancasila terakhir ini dibuatkan patung besar dari bahan perunggu berlapis emas yang disimpan dalam ruangan Kemerdekaan Monumen Nasional sebagai lambang negara RI dan desaainnya tidak berubah hingga kini.

Lalu apa deskripsi dan arti filosofi dibalik lambang negara ini?

Garuda Pancasila sendiri adalah burung garuda yang sudah dikenal melelui mitologi kuno dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu kendaraan Wishnu yang menyerupai burung elang rajawali. Garuda digunakan sebagai lambang negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.
Warna keemasan pada burung garuda menggambarkan keagungan dan kejayaan.
Garuda memiliki paruh, sayap, ekor dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.
Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus tahun 1945, antara lain; 17 helai bulu pada masing-masing sayap, 8 helai bulu pada ekor, 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor dan 45 helai bulu pada leher.

Untuk Bagian perisai;
Perisai adalah tameng yang telah lama dikenal dalam kebudayaan dan peradaban Indonesia sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.
Ditengah perisai terdapat garis hitam tebal yang melukiskan garis khatulistiwa. Ini menggambarkan lokasi Indonesia yaitu negara tropis yang dilintasi garis tersebut yang membentang dari timur ke barat.
Warna dasar pada ruang perisai adalah merah dan putih. Pembaca pasti sudah bisa menebak maknanya.
Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila. Pengaturan lambang pada ruang perisai adalah; Sila pertama Ketuhanan yang maha esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima berlatar hitam, Sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai berlatar merah. Sila ketiga Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai berlatar putih. Sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan perisai berlatar merah, dan Sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih.
Pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika"
Kedua cakar Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" berwarna hitam.
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, dimana kata "Bhinneka" berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, "Tunggal" berarti satu, dan kata "Ika" berarti itu. Secara harfiah dapat diterjemahkan "Beraneka satu itu", yang bermakana meskipun berbeda-bea tetapi pada hakikatnya tetap adalah satu kesatuan, bahwa diantara puspa ragam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.
Beberapa aturan penggunaan lambang negara ini diatur dalam UUD 45 Pasal 36A dan UU No. 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan. Lambang negara ini wajib digunakan dalam
gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan
luar gedung atau kantor
lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan berita negara
paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah
uang logam atau uang kertas
materai
Semoga bermanfaat...
Sumber
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 9/09/2015 05:05:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 9/09/2015 05:05:00 PM

11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Penjajahan adalah suatu upaya untuk menguasai suatu daerah atau negara lain demi sebuah kepentingan tertentu. Negara yang lemah akan dikuasai dengan mudah oleh Negara yang lebih berkuasa. Dalam sejarahnya hampir semua Negara sudah pernah terjajah oleh bangsa lain. Namun ternyata di dunia ini ada negara-negara yang belum pernah sepanjang sejarahnya dijajah oleh negara lain. Berikut ini adalah 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Di Dunia :

1. Arab Saudi

Arab Saudi - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Negara yang terkenal sebagai tempat kelahirannya Nabi Muhammad ini ber-ibu kota di Riyadh. Arab Saudi merupakan pusat awal perkembangan Islam di dunia. Negara Arab Saudi menerapkan sistem Kerajaan dalam pemerintahannya. Saudi Arabia merupakan negara yang sangat kaya dengan sumber minyaknya. Sepanjang sejarahnya Negara yang paling banyak dikunjungi umat islam untuk menunaikan ibadah haji ini tidak pernah sekalipun dijajah oleh negara manapun di dunia. 

2. Islandia

Islandia - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Islandia dulunya adalah negeri yang tidak berpenduduk. Namun pada awal abad ke-9 M datanglah sekumpulan pendeta asal Irlandia yang menempati wilayah tersebut. Disusul kemudian oleh bangsa viking yang turut menempati kawasan Islandia. Baru pada tahun 930-an M, negara ini membuat sebuah konstitusi mereka yang disebut althing, yaitu sebuah parlemen yang berpusat di kota Þingvellir. Negara Islandia menerapkan sistem demokrasi sepanjang pemerintahan mereka, dan diyakini sebagai negeri berpaham demokrasi tertua di dunia. Negara ini pun tidak pernah dijajah oleh negara lain.

3. Swedia

Swedia - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Negara Swedia adalah Negara yang menggunakan sistem Kerajaan dalam pemerintahannya. Sebuah Negara Nordik di Skandinavia ini ber-ibu kota di Stockholm. Swedia berbatasan dengan Finlandia di timur laut dan Norwegia di barat eropa. Negara Swedia diartikan sebagai tendensi liberal serta kemauan penyetaraan yang kuat, dan dalam PBB Swedia menempati urutan teratas dalam Indeks Pengembangan Manusia nya. Swedia pun tidak pernah terjajah oleh negara lain sepanjang sejarahnya.

4. Denmark

Denmark - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Kopenhagen adalah Ibu Kota Negara ini. Sistem pemerintahan yang digunakan Negara Denmark adalah Monarki Konstitusional dan Parlementer. Denmark merupakan negara pendiri dari OECD dan Nato dan sekarang negara ini menjadi anggota dari OSCE. Siapa yang menyangka Negara yang sangat kecil dan terpencil seperti Denmark ini ternyata belum sekalipun terjajah oleh bangsa lain. 

5. Norwegia

Norwegia - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Norwegia merupakan Negara Kerajaan yang terletak di Semenanjung Skandinavia di ujung barat yang berbatasan dengan Finlandia, Rusia, dan Swedia. Negara Nordik ini memiliki pantai di Samudra Atlantik Utara yang sangat terkenal. Dibawah kedaulatan yang dimilik Norwegia terdapat Jan Mayen dan Svalbard menurut traktat Svalbard.

6. Turki

Turki - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Turki adalah Negara Republik terbesar yang ada di kawasan Eurasia, dan Kota Istanbul adalah sebagai Ibu Kota nya. Menurut sejarahnya Negara Turki ini berdiri berawal dari sebuah pergerakan perlawanan terhadap Kekaisaran Byzantium saat pertempuran yang dinamakan Manzikert. Sehingga pada abad ke-11, Bangsa Turki mulai berpindah ke wilayah yang dinamakan Turki, proses migrasi semakin cepat dilakukan setelah kemenangan Seljuk Melawan Byzantium.

Setelah runtuhnya Kekaisaran Utsmaniyah saat Perang Dunia I, separoh wilayahnya dikuasai oleh sekutu yang memenangkan PD I ketika itu. Mustafa Kemal Atatürk selanjutnya menyusun dan mengorganisasikan sebuah gerakan perlawanan terhadap Sekutu. Dan akhirnya gerakan perlawanan tersebut berhasil mendirikan Republik Turki Modern pada tahun 1923. Presiden pertamanya adalah Atatürk. Sejak saat itu sampai sekarang Negara Turki tidak pernah dijajah oleh negara manapun.

7. Nepal

Nepal - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Negara Nepal berdiri pada tanggal 21 Desember 1768. Merupakan Negara Asia Selatan yang memiliki batas dengan China di bagian utara dan India di barat, timur, dan selatan. Nepal adalah Negara yang menganut sistem Kerajaan dalam pemerintahannya. Raja pertamanya adalah Prithvi Narayan Shah.

Dalam sebuah laman resmi dikatakan bahwa Nepal yang berada dibawah lindungan Britain tidak pernah dijajah oleh bangsa lain di dunia. Namun dalam beberapa buku sejarah yang tersebar di dunia menyebutkan berbagai macam opini mengenai kepenjajahan di Negeri ini. Namun walau demikian Negara Nepal tercatat sebagai salah satu Negara di Asia Selatan yang tidak pernah merasakan penjajahan Negara lain di dunia.

8. Thailand

Thailand - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Tahukah anda bahwa Thailand adalah satu-satunya Negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh Negara lain di dunia. Apa yang jadi penyebab Negara ini tidak penah terjajah ? Berikut penyebabnya :
  • Sejak dulu Raja Thailand sudah membuka diri terhadap negara asing. Rajanya tidak segan-segan mengirimkan anak-anak Thailand untuk bersekolah diluar negeri, sehingga penduduk Thailand pada saat itu banyak yang sudah memiliki pendidikan yang cukup tinggi.
  • Thailand merupakan daerah perbatasan dari negara-negara yang telah dikuasai para penjajah.
  • Negara Thailand dulunya adalah negara miskin, dan tanahnya tidaklah subur. Sehingga oleh karena itu para penjajah kurang tertarik untuk menjajah Negara yang dijuluki Negeri Gajah Putih tersebut.

9. Ethiopia

Ethiopia - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Negara yang terletak dikawasan Benua Afrika ini merupakan Negara dengan populasi terbesar ke-2 di Afrika. Ibu Kotanya adalah Addis Ababad. Dalam sejarahnya kawasan Ethiopia menjadi salah satu tempat penelitian paling tertua di dunia. 

Ethiopia adalah salah satu Negara di Afrika yang tidak pernah merasakan kejamnya penjajahan oleh Bangsa lain di dunia. Namun tersiar kabar mengejutkan bahwa Ethiopia sebenarnya pernah dijajah oleh Bangsa Italia pada tahun 1936 sampai 1941. Namun hal tersebut masih dipertanyakan sejarahnya, karena belum ada bukti konkrit dari dugaan tersebut.

10. Yunani

Yunani - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Seperti yang sama-sama kita ketahui, bahwa Yunani merupakan Negara yang terkenal dengan dewa-dewa dan tokoh dunianya. Yunani yang ber-ibu kota di Athena ini juga termasuk kedalam salah satu dari 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain. Walau demikian dalam sejarahnya, Negara Dewa-Dewi ini juga pernah masuk ke dalam kawasan Turki Usmani. 

11. Liberia

Liberia - 11 Negara Yang Tidak Pernah Dijajah Oleh Negara Lain

Liberia merupakan Negara Republik yang terletak di kawasan pesisir barat Benua Afrika yang memiliki batas denga Guinea, Pantai Gading, dan Sierra Leone. Liberia dalam sejarahnya juga tidak pernah dijajah oleh Bangsa lain. Namun belakangan ini terjadi perang saudara yang mengakibatkan kehancuran ekonomi dan menyebabkan ratusan ribu warga Liberia harus mengungsi ke daerah yang aman. Walaupun tidak pernah dijajah oleh Bangsa lain. Negeri Liberia justru hancur-hancuran oleh perang dari dalam Negeri mereka sendiri.  

Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 9/09/2015 09:39:00 AM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 9/09/2015 09:39:00 AM

Sabtu, 16 Maret 2013

IBUKOTA NEGARA DI ASEAN


Negara-negara yang terletak di Asia Tenggara terdiri dari 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar dan Timor Leste. Dari ke 11 Negara itu hanya Timor Leste yang belum menjadi anggota ASEAN yakni sebuah organisasi yang mewadahi hubungan kerjasama antar negara- negara Asia Tenggara.
Berikut ini daftar selengkapnya negara-negara Asia Tenggara beserta ibukota dan beberapa keterangan lainnya:

1. Indonesia
Ibukota: Jakarta
Luas Wilayah: 1,904,569 km persegi
Jumlah Penduduk: 237,556,363 jiwa (2010)
Mata Uang: Rupiah (IDR)
Bahasa: Indonesia.

2. Malaysia
Ibukota: Kuala Lumpur
Luas Wilayah: 329,847 km persegi
Jumlah Penduduk: 27,565,821 jiwa (2010)
Mata Uang: Ringgit Malaysia (MYR)
Bahasa: Melayu.

3. Thailand
Ibukota: Bangkok
Luas Wilayah: 513,115 km persegi
Jumlah Penduduk: 66,720,153 jiwa (2011)
Mata Uang: Baht Thai (THB)
Bahasa: Thai.

4. Singapura
Ibukota: Singapura
Luas Wilayah: 707,1 km persegi
Jumlah Penduduk: 5,076,700 jiwa (2010)
Mata Uang: Dolar Singapura (SGD)
Bahasa: Melayu, Mandarin, Inggris dan Tamil.

5. Filipina
Ibukota: Manila
Luas Wilayah: 300.000 km persegi
Jumlah Penduduk: 101,833,938 jiwa (2011)
Mata Uang: Peso (PHP)
Bahasa: Tagalog dan Inggris.

6. Brunei Darussalam
Ibukota: Bandar Seri Begawan
Luas Wilayah: 5,765 km persegi
Jumlah Penduduk: 401,890 jiwa (2011)
Mata Uang: Dolar Brunei (BND)
Bahasa: Melayu.

7. Vietnam
Ibukota: Hanoi
Luas Wilayah: 331,690 km persegi
Jumlah Penduduk: 85,846,997 (2009)
Mata Uang: Bong Vietnam (VND)
Bahasa: Vietnam.

8. Kamboja
Ibukota: Phnom Penh
Luas Wilayah: 181,035 km persegi
Jumlah Penduduk: 13,388,910 jiwa (2008)
Mata Uang: Riel Kamboja (KHR)
Bahasa: Khmer.

9. Laos
Ibukota: Vientiane
Luas Wilayah: 236,800 km persegi
Jumlah Penduduk: 6,477,211 (2011)
Mata Uang: Kip Lao (LAK)
Bahasa: Lao.

10. Myanmar
Ibukota: Naypyidaw
Luas Wilayah: 676,578 km persegi
Jumlah Penduduk: 58,840,000 jiwa (2010)
Mata Uang: Kyat Myanmar (MMK)
Bahasa: Burma.

11. Timor Leste
Ibukota: Dili
Luas Wilayah: 14,874 km persegi
Jumlah Penduduk: 1,066,409 jiwa (2010)
Mata Uang: Dolar Amerika Serikat (USD)
Bahasa: Portugis dan Tetum.


Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/16/2013 02:52:00 PM
Pengetahuan Umum
Pengetahuan Umum Updated at: 3/16/2013 02:52:00 PM