Sabtu, 14 Juni 2014

Cara Berkebun tomat menggunakan Media tanam Polybag

Posted by didin abidin On 6/14/2014 10:15:00 PM | No comments
Tomat dikategorikan sebagai sayuran, meskipun mempunyai struktur buah. Tanaman ini bisa tumbuh baik didataran rendah maupun tinggi mulai dari 0-1500 meter dpl, tergantung dari varietasnya. Tanaman tomat menghendaki tanah yang subur dan gembur, dengan pH sekitar 5,5-7. Di alam bebas pohon tomat berbentuk seperti perdu, ketinggiannya bisa mencapai tinggi 3 meter.

Namun setelah dibudidayakan tinggi tanaman ini tak lebih dari 2 meter dan biasanya ditopang oleh ajir atau tali untuk menahan agar tidak roboh. Tanaman tomat bisa tumbuh baik di berbagai media seperti lahan terbuka, hidroponik, taman vertikultur dan media pot atau polybag.

Pada kesempatan kali ini kami akan menguraikan tentang cara menanam tomat dalam polybag. Bila ingin mengetahui bercocok tanam tomat skala besar di lahan terbuka baca panduan umum budidaya tomat. Pemilihan jenis tanaman Secara umum, orang membedakan tomat dari bentuk buahnya. Terdapat empat golongan tomat yang banyak beredar di pasaran yakni,

(1) Tomat buah atau tomat granola, bentuknya bulat dengan pangkal mendatar
(2) Tomat gondol, bentuknya lonjong biasa digunakan sebagai bahan baku saus,
(3) Tomat sayur, teskturnya keras rasanya sedikit kecut,
(4) Tomat cherry, bentuknya kecil rasanya manis kecut.

Cara menanam tomat dalam polybag tidaklah sulit. Langkah pertama pilih jenis tomat dan varietas yang akan ditanam. Sesuaikan lokasi tempat budidaya dengan varietas tomat yang akan dipilih, terutama untuk kondisi iklim dan ketinggian tempat. Untuk hasil yang maksimal, gunakan benih unggul dari sumber yang terpercaya. Benih tomat dari berbagai varietas bisa didapatkan di toko-toko pertanian. Keterangan mengenai sifat-sifat tanaman bisa dibaca pada label yang tertera dalam kemasan benih.

Penyemaian benih tomat Cara menanam tomat dalam polybag sebaiknya melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Benih yang berupa biji harus disemaikan menjadi bibit tanaman. Langkah ini diperlukan karena benih yang baru tumbuh memerlukan perlakuan yang berbeda dengan tanaman yang telah tumbuh besar. Siapkan tempat dan media persemaian terlabih dahulu. Pilih tempat persemaian yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung.
Media persemaian bisa bermacam-macam, silahkan baca cara membuat media persemaian untuk hortikuktura. Bentuk persemaian bisa berupa bedengan, rak semai, atau polybag semai. Untuk persemaian dengan bedengan, buat larikan diatas bedengan dengan kedalaman 1 cm dan jarak antar larik 5 cm. Kemudian tanam benih tomat pada tiap larik dengan jarak 3 cm, tutup permukaannya dan siram secukupnya.

Untuk persemaian yang menggunakan ploybag, isi polybag dengan media persemaian. Bila tidak ada polybag bisa menggunakan kantung semai dari daun-daunan (bekong). Kemudian benamkan benih tomat sedalam 1 cm kedalam media tersebut. Lalu tutup permukaannya dan siram secukupnya. Setiap polybag cukup diisi satu benih. Setelah benih disemaikan, lakukan penyiraman setiap 2 kali sehari dengan gembor yang halus. Berhati-hatilah ketika menyiram, jangan sampai merusak permukaan persemaian. Pemupukan tambahan bisa diberikan setelah dua minggu dengan pupuk cair organik, pupuk kompos atau NPK. Perawatan lain yang harus dilakukan adalah penyiangan. Jangan sampai tumbuh gulma dalam area persemaian.

Bibit tanaman tomat siap dipindahkan dari tempat persemaian ke dalam polybag setelah 30 hari atau sudah memiliki setidaknya 5 helai daun. Pemindahan bibit tomat Sebelum bibit dipindahkan, siapkan media tanam dan polybag. Isi polybag tersebut dengan tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Untuk lebih detailnya lihat cara membuat media tanam untuk polybag. Terdapat dua cara menanam tomat dari tempat persemaian ke dalam polybag. Pertama, memindahkan bibit dengan dicabut. Caranya, siram persemaian dengan air agar media tanam menjadi lunak. Lalu cabut tanaman dengan hati-hati jangan sampai akar tanaman putus atau rusak.

Kemudian masukkan tanaman tersebut secara tegak lurus pada lubang tanam yang ada dalam polybag. Posisi akar harus tegak lurus jangan sampai bengkok atau terlipat. Atur kedalaman lubang tanam sesuai dengan panjang akar. Kedua, memindahkan bibit dengan diputar. Caranya tanaman tomat diangkat dengan media yang ada disekitarnya. Untuk bibit dari bedengan, cungkil tanaman sedalam 10 cm dengan sekop atau tangan. Kemudian angkat dan pindahkan berikut dengan tanahnya. Untuk bibit dalam polybag semai, sobek atau tarik plastik polybag semai kemudian dipindahkan beserta tanahnya kedalam polybag yang lebih besar.

Polybag semai dari plastik bisa dipakai berulang-ulang. Pemeliharaan dan perawatan Pemeliharaan tanaman tomat dalam polybag atau pot relatif mudah. Kesehatan tanaman lebih lebih terkontrol karena terhindar dari penularan penyakit lewat akar. Jaga agar media tanam tidak terlalu kering. Siram setidaknya 2 kali sehari, tetapi jangan terlalu basah untuk menghindari busuk akar. Siangi gulma yang terdapat dalam polybag secara teratur. Apabila ada tanaman yang layu atau mati, cabut segera dan buang media tanamnya agar tidak menulari tanaman lain. Perawatan lain yang diperlukan adalah pemangkasan tunas dan pemberian ajir sebagai penopang tanaman. Pupuk tanaman setelah satu minggu dengan kompos sebanyak satu genggam untuk setiap polybag. Lakukan penambahan pupuk kompos setiap bulan, atau bila terlihat tanaman kurang subur. Bila tanaman akan berbuah bisa ditambahkan pupuk buah atau pupuk organik cair. Hama dan peyakit tanaman tomat lumayan banyak. Bila terlihat ada serangan hama, ambil hama tersebut secara manual.
Buang daun atau batang yang rusak terkena hama. Penyemprotan hendaknya dilakukan apabila benar-benar diperlukan. Agar lebih aman untuk kesehatan dan lingkungan gunakan pestisida organik yang lebih alami. Silahkan baca cara membuat pestisida organik. Pemanenan Tanaman tomat dalam polybag sudah bisa dipanen setelah 3 bulan, tergantung dari varietasnya. Kriteria buah tomat yang siap dipanen adalah yang berubah warna dari hijau ke kuning-kuningan atau tepi daun terlihat kering dan batang menguning. Pemetikan dilakukan pada buah yang telah matang saja. Buah tomat tidak matang secara serentak. Lakukan pemetikan setiap 2-3 hari sekali, jangan terlalu rapat untuk menghindari kerusakan tanaman. Waktu pemetikan yang paling baik pagi dan sore hari, ketika sinar matahari tidak terlalu terik. Demikian uraian singkat tenang cara menanam tomat dalam polybag.
Sumber

Kamis, 03 April 2014

CARA BUDIDAYA BELUT DALAM TONG

Posted by didin abidin On 4/03/2014 07:21:00 AM | No comments

Pembahasan mengenai cara budidaya belut dalam tong akan dimulai dari persiapan awal hingga masa panen tiba. Tentu dalam hal ini lahan yang tersedia juga sangat dibutuhkan meski tidak membutuhkan lahan yang luas.

Bagaimana cara budidaya belut ini secara lengkapnya, maka berikut bisa teman-teman ketahui secara detail yang disajikan untuk Anda.

1. Perlengkapan


Hal yang paling utama dan pertama sekali yang harus dipersiapkan dalam budidaya belut didalam tong adalah peralatan-peralatan sebagai berikut:
  • Tong atau Drum, disarankan yang terbuat dari bahan plastik agar tidak berkarat.
  • Paralon
  • Kawat Kasa
  • Tandon sebagai penampung air
  • Ember, cangkul, baskom dan juga jerigen.
2. Persiapan dan Teknik Budidaya Belut

Persiapan dan teknik budidaya belut perlu diketahui agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal. Disini hal yang perlu diperhatikan adalah media pemeliharaan sebagai tempat berkembang biak atau media tempat membesarkan belut. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

A. Drum atau Tong
Drum yang digunakan untuk budidaya belut harus yang tidak bocor dan juga tidak berkarat. Bila drum yang digunakan terbuat dari besi atau kaleng, maka sebaliknya drum tersebut sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari karat dan lakukan pengecetan ulang dan diamkan sampai kering hingga tidak berbau cat lagi.

Cara mempersiapkan drum atau tong sebagai media budidaya belut dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut ini:
  • Letakkanlah tong pada posisi tanah yang datar. Hal ini dilakukan agar media menjadi lebih luas.
  • Buka bagian tengan drum dan sisakan 5 cm pada bagian sisi kiri dan kanan.
  • Pasang alat sebagai penganjal agar drum tidak menggelinding dan bergerak.
  • Buat saluran pembuangan dibawah tong. Letak saluran pembuangan ini dapat disesuaikan dengan penampungan limbah pembuangan.
  • Buah peneduh tong, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan mengenai langsung ke permukaan drum. Bahan ini dapat dibuat dengan net atau waring dan bisa juga dibuat dengan bahan-bahan yang lebih sederhana lainnya.
B. Media Tanah

Media tanah yang digunakan adalah tanah yang tidak berpasir dan juga tanah yang tidak terlalu liat dan memiliki kandungan hara yang cukup. Dalam hal ini disarankan untuk menggunakan media tanah yang diambil dari sawah. Pematangan media tanah dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  • Masukkan tanah kedalam tong hingga ketinggian 30-40 cm
  • Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang.
  • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol kedalam tong.
  • Aduk tanah sebanyak 2 kali sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur.
Perlu diketahui bahwa perlakuan diatas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil dari sawah.

C. Media Instan Bokashi

Media ini dibuat diluar tong yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran. Penggunaan 100 kilo bahan akan menghasilkan 90 kilo media instan bokashi. Untuk setiap tong ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Dalam pembuatan bokashi dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut:
  • Jerami padi (40 persen)
  • Pupuk Kandang (30 persen)
  • Bekatul (20 persen)
  • Potongan batang pisang (10 persen)
Bahan dan campurannya terdiri atas
  • EM4
  • Air Sumur
  • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.
Cara pembuatan media instan bokashi dilakukan sebagai berikut:
  • Cacah jerami dan potongan batang pisang dan kemudian dikeringkan terlebih dahulu. Tanda bahan yang sudah kering adalah hancur ketika digenggam.
  • Campurkan bahan cacahan diatas dengan bahan pokok lainnya dan aduk hingga merata.
  • Campurkanlah bahan ini sedikit demi sedikit tetapi jangan terlalu basah.
  • Tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari. Bolak balik campuran agar tidak membusuk.
D. Mencampur Media Tanah dan Media Bokashi

Untuk mencapur media tanah dan media bokashi dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
  • Masukkan media Bokashi kedalam tong dan aduk hingga merata.
  • Masukkan air kedalam tong hingga ketinggian 5 cm dan diamkanlah hingga terdapat plankton atau cacing (sekitar 1 minggu) selama proses ini berlangsung tong tidak perlu ditutup.
  • Keluarkan air dari tong dan ganti dengan air baru dengan ketinggian yang sama.
  • Masukkkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak 3/4 bagian dan ikan-ikan kecil.
  • Masukkan vetsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari.
Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.

E. Masukkan bibit belut

Setelah seluruh media budidaya diatas dipersiapkan, maka tahapan selanjutnya adalah menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibit sebanyak 160-200 ekor.

3. Perawatan

Perawatan belut yang dibudidayakan didalam tong relatif lebih mudah karena pemantauan budidaya juga relatif kecil. Tetapi demikian perawatan harus tetapi diperhatikan, diantaranya adalah:

a. Pemberian Pakan
Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang volume pemberian pakan. Tetapi sebaiknya pakan diberikan 5 persen dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, dan cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar didalam tong. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut makan dialam bebas, yaitu sore dan malah hari.

b. Pengaturan Air
Pengaturan air sangat diperlukan untuk membuang sisa makanan agar tidak menumpuk dan menimbulkan penyakit bagi belut. Pengaturan air ini dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air bersih kedalam tong. Sebaiknya air yang masuk berupa percikan air, dan hal ini sangat cocok dilakukan dengan menggunakan pipa paralon sebagai media aliran. Sementara untuk saluran pembuangan dapat dilakukan dengan membuat lobang pada tong di ketinggian 8 cm dari genangan air pada media. Selain itu untuk mengatur pembuangan sisa kotoran percikan air juga sangat bermanfaat untuk menambah oksigen.

c. Perawatan Tanaman Air

Tanaman air ini juga digunakan sebagai penjaga kelembaban tempat budidaya dan juga menjaga belut dari kepanasan.

d. Pemberian EM4
EM4 berfungsi untuk menetralisir sisa-sisa pakan. Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi bau. EM4 diberikan 2-3 kali sehari dengan dosis 1/2 sendok makan yang terlebih dilarutkan dalam 1 liter air.

e. Perawatan Disekitar Lokasi

Perawatan di sekitar lokasi ini dilakukan untuk menjaga tong dari tanaman liar, lumut, dan hama maupun predator pemangsa seperti ayam.

4. Pemanenan

Pemanenan belut sudah dapat dilakukan setelah 3–4 bulan masa budidaya dilakukan atau sesuai dengan keinginan kita dan keinginan (permintaan) pasar. Pemanenan untuk media drum / tong tentunya lebih mudah , dan belut hasil budidaya siap dipasarkan.
Sumber

Rabu, 02 April 2014

Cara Membuat Batagor

Posted by didin abidin On 4/02/2014 07:22:00 PM | No comments
Resep Membuat Batagor | Siapa sih yang tidak kenal dengan makanan khas bandung ini, makanan sekaligus camilan berbahan dasar tahu ini telah menjadi ikon kuliner kota kembang, Bandung. Perpaduan antara bumbu saus kacang dengan sambal pedas serta kecap manis menjadikan Batagor ini cocok dimakan kapan pun, namun saran saja untuk memakan batagor, usahakan pada waktu masih panas karena kalau di makan sewaktu dingin rasanya kurang begitu nikmat.

Cara membuat batagor ini sangat simpel sekali, tidak seperti cara membuat baksoyang sangat rumit di karenakan harus memiliki keahlian khusus untuk mendapatkan rasa kenyal dan enak. Namun ada satu tips yang harus diperhatikan yaitu ketika menggoreng batagor sebaiknya semua bagian tahu dan pangsit terendam minyak (Deep Fried) agar rasa batagor lebih gurih dan enak. Nah sekarang kita persiapkan bahan-bahannya yuk.

Bahan-Bahan Untuk Membuat Batagor

  • 250 gr ikan tenggiri, haluskan
  • 250 ml air es
  • 250 gr tepung kanji
  • 2 batang daun bawang, iris tipis
  • 2 batang seledri, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • ½ - 1 sdt garam
  • ½ sdt merica bubuk
  • 6 buah tahu putih, potong sesuai selera
  • 8 lembar kulit pangsit
  • minyak secukupnya (untuk menggoreng)
Resep Batagor | Cara Membuat Batagor

Bahan-Bahan Untuk Membuat Saus Kacang:

  • 300 gram kacang tanah goreng
  • 2 buah cabai merah
  • 5 siung bawang putih
  • 100 gram gula merah
  • 400 ml air matang

Cara Membuat Saus Kacang:

  1. Haluskan semua bahan menggunakan blender.
  2. Masak dengan api sedang hingga mendidih dan bumbu mengental

Cara Membuat Batagor:

  1. Campur ikan dan air es, uleni sampai adonan tercampur rata. Tambahkan tepung kanji, daun bawang, seledri, bawang putih, merica dan garam, aduk rata. Bagi adonan menjadi 3 bagian masing-masing utk isi tahu, isi pangsit dan satu bagian untuk bakso.
  2. Potong diagonal masing-masing tahu menjadi 2 bagian (bentuk segitiga). Lubangi potongan tahu ditengahnya, sisihkan remah-remahnya. Campurkan adonan untuk isi tahu dengan remah-remah tahu, lalu isikan adonan tersebut ke dalam tahu. Lakukan hingga semua tahu terisi, sisihkan. Ambil selembar kulit pangsit isi dengan adonan ikan, satukan ujung-ujungnya ke atas, hingga sisi-sisinya saling merekat. Lakukan hingga kulit pangsit habis, sisihkan.
  3. Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan, goreng tahu isi dan pangsit hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan.
  4. Ambilkan sisa adonan ikan, bentuk dengan bantuan 2 sendok, langsung masukkan ke dalam minyak panas. Goreng hingga kuning kecoklatan, angkat, tiriskan, sisihkan.
  5. Taruh tahu isi, pangsit dan bakso goreng di atas piring saji, biarkan utuh atau potong-potong, tuang saus kacang di atasnya. Hidangkan dengan saus cabai dan kecap manis, lalu beri perasan air jeruk limau.
Batagor (akronim dari bakso tahu goreng) adalah makanan yang berasal dari daerah Bandung dengan mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia dan kini sudah menyebar hampir di seluruh Indonesia. Batagor memang paling pas jika di padukan dengan saus sambal kacang, karena jika dipadukan dengan lainnya rasa batagor dari ikan tengiri dan tahu akan hilang dan terasa hambar. Itu dulu ya resep dan cara membuat batagor yang Cupcake Artist berikan, semoga bermanfaat untuk sahabat semuanya.
Sumber

CARA MENGHILANGKAN BEKAS LUKA DENGAN CEPAT SECARA ALAMI

Posted by Galeri Berita On 4/02/2014 07:57:00 AM | No comments
Setiap orang tentu pernah mengalami luka yang disebabkan berbagai macam hal. Setiap luka yang terjadi di kulit pastinya akan meninggalkan bekas. Dengan adanya bekas luka pada kulit, tentunya mengganggu penampilan dan membuat rasa tidak percaya diri. Untuk itu, banyak orang ingin menghilangkan bekas luka di kulitnya. Akan tetapi, hal ini bukanlah hal yang mudah. Karena, jika dilakukan dengan tidak benar justru akan membuat bekas luka menjadi tidak pernah hilang selamanya.
Terdapat berbagai macam cara untuk menghilangkan bekas luka di kulit. Akan tetapi, cara yang paling aman digunakan adalah cara alami. Dengan cara alami, tentunya kita dapat meminimalisir terjadinya efek samping yang ditimbulkan. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak

Cara Cepat Menghilangkan Bekas Luka Secara Alami

1.Madu
Madu selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh, ternyata juga mempunyai peran dalam menghilangkan berkas luka dan noda hitam pada kulit. Caranya cukup mudah. Oleskan madu pada daerah bekas luka dan diamkan selama semalam. Lakukan cara ini setiap hari dengan rutin hingga Anda memperoleh hasilnya.

2.Mentimun
Mentimun terkenal akan khasiatnya, salah satunya adalah menghilangkan bekas luka. Untuk menghilangkan bekas luka menggunakan mentimun cukup mudah. Caranya dengan memotong kecil-kecil mentimun kemudian blender atau tumbuk hingga halus. Oleskan pada bekas luka selama semalaman. Untuk memperoleh hasil yang baik, lakukan secara rutin setiap hari hingga bekas luka menghilang.

3.Lidah Buaya
Kandungan asam amino dan ligmin dalam lidah buaya berfungsi sebagai zat perangsang tumbuhnya sel kulit baru, dan asam aminonya sendiri berfungsi untuk melembabkan kulit. Gel lidah buaya digunakan untuk mengilangkan bekas luka, terutama luka bakar. Caranya cukup dengan mengoleskan gel lidah buaya pada bekas luka Anda. Lakukan 2-3 kali dalam sehari dengan rutin.

4. Minyak Zaitun
Minyak zaitun dipercaya mampu menghilangkan bekas luka serta bekas jerawat di wajah dan tubuh. Caranya dengan mengoleskan minyak zaitun secara rutin pada bekas luka dan jerawat. Bekas luka pun akan memudar kemudian hilang dengan sendirinya.

5. Teh Hijau
Kandungan antioksidan dalam teh hijau mempunyai kekuatan 200 kali lebih baik daripada vitamin E. hal ini sudah terbukti dalam mengurangi aktivitas hormon penyebab dari jerawat, mengurangi terjadinya peradangan kulit, mengontrol terjadinya produksi minyak dalam kulit juga menghilangkan bekas luka akibat jerawat. Selain dikonsumsi untuk minuman, daun teh hijau juga dijadikan sebagai toner. Caranya dengan membasahi kapas atau handuk kecil menggunakan air daun teh hijau yang telah diseduh. Usapkan kapas ataupun handuk kecil di bagian luka yang telah Anda bersihkan sebelumnya.

6. Jeruk Nipis
Kandungan vitamin pada jeruk nipis mampu menghilangkan bekas luka di kulit . Caranya, ambil 1 buah jeruk nipis dan belah menjadi beberapa bagian. Oleskan di bagian bekas luka kulit Anda, dan bilas dengan menggunakan air hangat. Untuk penggunaan yang pertama, mungkin kulit akan sedikit perih, hal ini dikarenakan proses penghilangan noda hitam di kulit, sehingga Anda tak perlu khawatir.
Inilah cara yang dapat Anda terapkan untuk menghilangkan bekas luka di kulit. Lakukan dengan benar dan baik untuk memperoleh hasil yang maksimal. semoga bekas luka Anda dapat hilang secara cepat dengan mengikuti arahan dari artikel cara cepat menghilangkan bekas luka secara alami ini.
Sumber